Ilaga: Pascainsiden pembakaran dan perusakan sejumlah kantor pemerintahan di Ilaga, Bupati Puncak, Elvis Tabuni, memastikan roda pemerintahan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, tetap berjalan normal.
Aksi perusakan yang terjadi pada Selasa, 12 Agustus 2026, diduga dipicu oleh kesalahpahaman warga terkait penurunan alokasi dana desa tahun anggaran 2026. Bupati menegaskan bahwa penurunan tersebut bukan karena pemotongan oleh pemerintah daerah, melainkan kebijakan efisiensi dari pusat.
"Jadi saat ini kami tidak bisa banyak menyampaikan, tapi kami sekarang situasi ini kondisi aman sekarang. Jadi kita sudah ambil langkah-langkah yang pemerintah ambil. Satu, kami sudah rapat koordinasi bersama, rapat dari Danramil, Polsek, Dandim," kata Elvis Tabuni, Kamis, 13 Agustus 2026.
Alokasi dana desa Kabupaten Puncak turun dari Rp154,7 miliar (2025) menjadi Rp103,1 miliar (2026), atau berkurang Rp51,5 miliar (sekitar 33 persen).
Baca Juga :
Massa Bakar Sejumlah Kantor Pemerintahan di Ilaga, Polisi Siagakan Personel
Meski penjelasan telah diberikan, situasi sempat memanas dan berujung aksi anarkis. Fasilitas yang terbakar habis antara lain Kantor Dinas Kesehatan, gudang BNPB, ruang kerja DPRK, dan Kantor PPPA. Kantor Bupati, Kantor Keuangan, dan sejumlah dinas lainnya mengalami kerusakan sebagian dan penjarahan.
"Pemerintah tetap jalan, rencana gubernur itu akan datang ke Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Puncak pada tanggal 14. Nanti kita akan, hari ini saya undang seluruh kepala desa hadir untuk memberikan penjelasan," ujarnya.
Tangkapan layar video pembakaran bangunan pemerintah di Kabupaten Puncak, Selasa (11/8/2026). ANTARA/HO-Dokumen Pribadi
Untuk menyelesaikan kesalahpahaman, Pemkab Puncak akan mengundang seluruh kepala kampung berdialog terbuka. Gubernur Papua Tengah juga dijadwalkan hadir di Ilaga pada 14 Agustus 2026 untuk memberi pemahaman kepada masyarakat.
Hingga kini, situasi kamtibmas di Ilaga aman dan kondusif. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah serta aparat. Pemerintah daerah akan terus melakukan pendekatan dialogis demi penyelesaian damai. (Tnus Yigibalom)





Komentar (0)