Jakarta (ANTARA) - Perusahaan riset data Statista dan jaringan berita bisnis ternama CNBC, menempatkan GoPay sebagai salah satu dari 500 perusahaan fintech terbaik dunia dan berhak berada di dalam daftar World's Top Fintech Companies 2026 yang dirilis baru-baru ini.
"Pengakuan dari dunia internasional ini mencerminkan kerja keras serta perwujudan komitmen GoPay dalam menghadirkan layanan keuangan digital yang relevan bagi kebutuhan masyarakat Indonesia," kata Head of GoPay Wallet Kelvin Timotius, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.
Dikatakan, pengakuan tersebut sejalan dengan pencapaian GoPay di dalam negeri yang terus mencetak peningkatan pengguna aktif dan jumlah transaksi.
Pada kuartal II 2026, jumlah pengguna aktif yang bertransaksi setiap bulan dengan GoPay mencapai 28,8 juta, meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Jumlah transaksi juga tumbuh 91 persen menjadi 2,4 miliar transaksi, mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan GoPay.
Sejak hadir pada 2023, aplikasi GoPay terus bertransformasi hingga kini menjadi aplikasi yang memiliki berbagai layanan keuangan dengan berbagai terobosan inovatif seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk peningkatan layanan dan keamanan.
Secara grup, kinerja baik GoPay turut menjadi salah satu motor pertumbuhan utama GoTo.
Sepanjang April hingga Juni 2026, untuk pertama kalinya profitabilitas bisnis fintech GoTo melampaui bisnis on-demand services.
GoTo pun sukses meraih laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, yakni mencapai Rp252 miliar naik 47 persen dari kuartal I 2026.
Menurutnya, pengakuan terhadap GoPay dalam daftar World's Top Fintech Companies 2026 tersebut mencerminkan semakin kuatnya posisi industri teknologi finansial nasional di tingkat global.
Baca juga: Kinerja GoTo tetap stabil sebulan usai implementasi komisi 8 persen
Baca juga: GoPay hadirkan fitur Transfer Luar Negeri ke dompet digital
Baca juga: GoPay-BI perkuat literasi dan keamanan finansial di lingkungan sekolah
"Pengakuan dari dunia internasional ini mencerminkan kerja keras serta perwujudan komitmen GoPay dalam menghadirkan layanan keuangan digital yang relevan bagi kebutuhan masyarakat Indonesia," kata Head of GoPay Wallet Kelvin Timotius, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.
Dikatakan, pengakuan tersebut sejalan dengan pencapaian GoPay di dalam negeri yang terus mencetak peningkatan pengguna aktif dan jumlah transaksi.
Pada kuartal II 2026, jumlah pengguna aktif yang bertransaksi setiap bulan dengan GoPay mencapai 28,8 juta, meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Jumlah transaksi juga tumbuh 91 persen menjadi 2,4 miliar transaksi, mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan GoPay.
Sejak hadir pada 2023, aplikasi GoPay terus bertransformasi hingga kini menjadi aplikasi yang memiliki berbagai layanan keuangan dengan berbagai terobosan inovatif seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk peningkatan layanan dan keamanan.
Secara grup, kinerja baik GoPay turut menjadi salah satu motor pertumbuhan utama GoTo.
Sepanjang April hingga Juni 2026, untuk pertama kalinya profitabilitas bisnis fintech GoTo melampaui bisnis on-demand services.
GoTo pun sukses meraih laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, yakni mencapai Rp252 miliar naik 47 persen dari kuartal I 2026.
Menurutnya, pengakuan terhadap GoPay dalam daftar World's Top Fintech Companies 2026 tersebut mencerminkan semakin kuatnya posisi industri teknologi finansial nasional di tingkat global.
Baca juga: Kinerja GoTo tetap stabil sebulan usai implementasi komisi 8 persen
Baca juga: GoPay hadirkan fitur Transfer Luar Negeri ke dompet digital
Baca juga: GoPay-BI perkuat literasi dan keamanan finansial di lingkungan sekolah






Komentar (0)