Peringatan Dini Bencana di Indonesia Harus Berujung Aksi, Ini Pelajaran BRIN dari China

kompas.tv
59 menit lalu
Cover Berita
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Sumber: ANTARA/Wahyu Putro A/foc/pri)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ancaman cuaca ekstrem, hujan berintensitas tinggi, banjir, dan berbagai bencana hidrometeorologi menjadi tantangan yang semakin membutuhkan sistem peringatan dini yang efektif. 

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menekankan, peringatan dini tidak cukup hanya menghasilkan prakiraan cuaca yang akurat.

Informasi tersebut harus disampaikan secara cepat, mudah dipahami, dan mampu mendorong masyarakat mengambil tindakan sebelum bencana terjadi. 

Baca Juga: BRIN Bikin Air Banjir-Limbah Jadi Siap Minum, Arif: Dicicipi Langsung Presiden Prabowo

Pembelajaran ini diperoleh Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Fadli Nauval, setelah mengikuti pelatihan sistem peringatan dini bencana di China pada Juli 2026.

BRIN Pelajari Sistem Peringatan Dini China

Fadli mengikuti Global Meteorological Disaster Warning and Response Strategy Training Course yang diselenggarakan China Meteorological Administration (CMA) di Beijing dan Chongqing, Tiongkok.

Pelatihan selama dua pekan tersebut mempertemukan peneliti, forecaster, dan praktisi meteorologi dari berbagai negara untuk membahas pengembangan sistem peringatan dini, prediksi cuaca, serta strategi penanggulangan bencana hidrometeorologi.

Salah satu pelajaran penting yang diperoleh Fadli adalah perlunya mengintegrasikan informasi meteorologi dengan mekanisme respons bencana.

"Sistem peringatan dini tidak hanya berfungsi menghasilkan informasi mengenai potensi cuaca ekstrem, tetapi juga perlu terhubung dengan berbagai pemangku kepentingan agar informasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti," ujar Fadli dikutip dari laman resmi BRIN, Rabu (12/8/2026).

Dengan demikian, sistem peringatan dini tidak berhenti pada informasi mengenai potensi cuaca ekstrem. 

Baca Juga: Kepala BRIN Arif Satria Ungkap Presiden Prabowo Tertarik Sepatu Buatannya: Terbuat dari Karet

Informasi tersebut perlu terhubung dengan berbagai pihak agar dapat segera ditindaklanjuti ketika terdapat ancaman bencana.

China Libatkan Petugas Lokal

Salah satu praktik yang menarik perhatian Fadli adalah mekanisme penyampaian peringatan kepada masyarakat di China.

Selain memanfaatkan aplikasi digital dan pesan singkat atau SMS, sistem tersebut juga melibatkan petugas lokal untuk memastikan informasi benar-benar diterima oleh warga yang berpotensi terdampak.

Menurut Fadli, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sistem peringatan dini tidak hanya ditentukan oleh teknologi. 

Ada sejumlah unsur yang harus berjalan secara bersamaan, mulai dari ketepatan prakiraan cuaca, integrasi data, koordinasi antarlembaga, komunikasi yang efektif, hingga kesiapsiagaan masyarakat.

Pembelajaran tersebut dinilai relevan bagi Indonesia yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. 

Baca Juga: BRIN Lapor Teknologi Nuklir ke Prabowo, Mensesneg: Itu untuk Energi dan Medis

Perubahan iklim juga membuat kejadian cuaca ekstrem semakin sulit diprediksi berdasarkan pola yang selama ini dikenal.

Karena itu, sistem peringatan dini perlu terus beradaptasi dan tidak hanya berfokus pada kemampuan menghasilkan informasi, tetapi juga memastikan informasi tersebut dapat menjangkau masyarakat secara cepat dan diterjemahkan menjadi langkah mitigasi.

Riset BRIN dan Peluang AI

Fadli menekankan, tantangan peneliti bukan hanya menghasilkan pengetahuan dan publikasi ilmiah, tetapi juga memastikan hasil penelitian dapat digunakan untuk menjawab persoalan masyarakat.

"Hasil penelitian jangan berhenti di publikasi ilmiah. Peneliti juga perlu ikut menyebarluaskan informasi agar hasil riset benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Karena itu, kolaborasi antara peneliti, lembaga operasional, pemerintah, media, dan masyarakat menjadi penting. 

Informasi berbasis sains perlu diterjemahkan menjadi pesan yang mudah dipahami sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui adanya potensi cuaca ekstrem, tetapi juga memahami langkah yang perlu dilakukan.

Baca Juga: Indonesia Punya Potensi 89 Ribu Ton Uranium, Riset Nuklir BRIN Difokuskan Penelitian Dua Sektor Ini

Selain memperluas wawasan mengenai sistem peringatan dini, pelatihan di China juga membuka peluang pengembangan riset meteorologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Fadli melihat peluang untuk mengombinasikan data pengamatan satelit yang dimiliki BRIN dengan metode AI yang berkembang di China.

Integrasi tersebut berpotensi memperkuat kemampuan analisis dan prediksi cuaca di Indonesia.

Pada akhirnya, pengembangan sistem peringatan dini bukan semata-mata persoalan menghadirkan teknologi yang semakin canggih. 

Tujuan utamanya adalah memastikan informasi berbasis sains dapat diterima, dipahami, dan ditindaklanjuti masyarakat.

"Tujuan utama dari sebuah sistem peringatan dini bukan sekadar menghasilkan peringatan, melainkan melindungi masyarakat dan membangun ketahanan yang lebih kuat dalam menghadapi risiko cuaca ekstrem di masa depan," pungkasnya.

Dengan pendekatan tersebut, riset meteorologi BRIN diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan Indonesia dalam memprediksi cuaca ekstrem, tetapi juga memperpendek jarak antara data ilmiah, informasi peringatan, dan tindakan masyarakat sehingga teknologi benar-benar memberi manfaat bagi publik.

Baca Juga: Presiden Prabowo Cicipi Air Olahan Banjir Peneliti BRIN: Bu Mega Minum, Masa Prabowo Tidak

 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

Sumber : brin.go.id

Tag
  • peringatan dini bencana
  • BRIN
  • cuaca ekstrem
  • bencana hidrometeorologi
  • sistem peringatan dini
  • teknologi cuaca
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sita 1,3 Ton Ketamin di Batam, Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Perkuat Edukasi Bahaya Ketamin
• 10 jam lalu
0
thumb
SATUSEHAT Terintegrasi SIAK, Akta Kelahiran Bayi Baru Lahir Bisa Langsung Terbit
• 8 jam lalu
0
thumb
Lianto Wongso dan Solomon, Kisah Ayah-Anak Meneruskan Warisan Tailoring
• 5 jam lalu
0
thumb
Publik Soroti Anggota Dewan Berjoget Saat Sidang Tahunan MPR 2025, Ketua DPR: Kami Introspeksi
• 6 jam lalu
0
thumb
Ciptakan Iklim Usaha yang Sehat, Boni Hargens Apresiasi Rencana Perpres Ojol
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.