Bisa Lahirkan Kuli hingga Arsitek, Dedi Mulyadi Fokus ke Infrastruktur Daripada Pengangguran Jabar

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memiliki alasan tersendiri mengapa pembangunan infrastruktur terus didorong di berbagai wilayah. Bagi Dedi, proyek jalan, konektivitas hingga fasilitas penunjang bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga strategi untuk menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Dedi saat menjelaskan hubungan antara pembangunan infrastruktur dan persoalan pengangguran di Jawa Barat. Ia mengakui masih terdapat paradoks ketika kualitas infrastruktur semakin baik, tetapi angka pengangguran belum otomatis turun secara signifikan.

Baca Juga: 10 Tahun Diganggu, Ulama Bongkar Kezaliman Jokowi: Dakwah Kena Boikot, Mau Bangun Pesantren Direcoki

"Banyak yang menyampaikan bahwa di sini pembangunan infrastrukturnya sudah lebih baik dibanding dulu. Tetapi angka penganggurannya masih tinggi," ujar Dedi, dikutip Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, persoalan itu tidak cukup dijawab hanya dengan program yang secara langsung menyasar pencari kerja. Pembangunan infrastruktur juga dapat menjadi salah satu mesin yang menciptakan aktivitas ekonomi sejak proyek dimulai hingga fasilitas tersebut selesai dan digunakan.

Dedi menilai dampak pembangunan tidak berhenti pada pekerja yang terlihat berada di lokasi proyek. Ketika sebuah proyek infrastruktur berjalan, berbagai profesi ikut mendapatkan peluang ekonomi.

Mulai dari pengemudi kendaraan pengangkut material, pekerja proyek, tukang, arsitek hingga tenaga perencana, semuanya terlibat dalam rantai kegiatan pembangunan.

"Ini juga melahirkan perputaran ekonomi. Ada sopir, ada kuli, ada tukang, ada arsitek, ada perencana, dan sejenisnya. Kemudian yang kedua, dengan dibangunnya infrastruktur maka investasi akan mudah," kata Dedi.

Efek berantai inilah yang menurutnya perlu dilihat ketika pemerintah membangun infrastruktur. Proyek tidak hanya menghabiskan anggaran untuk menghasilkan jalan atau bangunan, tetapi juga menciptakan permintaan terhadap tenaga kerja, jasa, transportasi, material hingga kebutuhan pendukung lainnya.

Ketika aktivitas tersebut meningkat, masyarakat di sekitar wilayah pembangunan juga berpotensi mendapatkan manfaat ekonomi.

Dengan perspektif itu, pembangunan infrastruktur ditempatkan sebagai salah satu instrumen untuk menjawab persoalan ketenagakerjaan. Pemerintah tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang memungkinkan lebih banyak orang memperoleh penghasilan.

Dedi juga menghubungkan pembangunan infrastruktur dengan target yang lebih besar, yakni menarik investasi ke Jawa Barat.

Menurutnya, investor tidak hanya melihat potensi pasar atau ketersediaan lahan ketika hendak mendirikan usaha. Infrastruktur dasar menjadi salah satu pertimbangan penting karena berkaitan langsung dengan operasional perusahaan.

Akses jalan, listrik, jaringan telekomunikasi, jaringan gas, hingga ketersediaan air bersih dinilai harus memadai agar investasi dapat masuk dan berkembang.

"Karena investasi itu akan datang manakala jalan tolnya baik, listriknya terkoneksi, jaringan telekomunikasinya terkoneksi, jaringan pipa gasnya terkoneksi, jaringan air bersihnya terkoneksi. Nah ini akan menumbuhkan investasi. Dengan adanya investasi maka orang akan bekerja," tutur Dedi.

Infrastruktur yang baik menurutnya memudahkan mobilitas dan distribusi, kondisi tersebut kemudian meningkatkan daya tarik wilayah bagi investor. Ketika investasi masuk, perusahaan membutuhkan tenaga kerja sehingga peluang pekerjaan ikut terbuka.

Artinya, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak berhenti pada manfaat langsung seperti jalan yang lebih baik atau waktu tempuh yang lebih singkat. Ada target lanjutan berupa tumbuhnya aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Ia tidak ingin proyek infrastruktur hanya dipandang dari hasil akhirnya. Jalan yang selesai dibangun, misalnya, memang memberikan manfaat konektivitas. Namun, proses menuju pembangunan tersebut juga melibatkan banyak tenaga dan aktivitas ekonomi.

Setelah selesai pun, infrastruktur yang lebih baik dapat menciptakan kondisi yang lebih menarik bagi dunia usaha. Distribusi barang menjadi lebih mudah, mobilitas pekerja meningkat, dan konektivitas antardaerah semakin terbuka.

Baca Juga: Megawati ke Prabowo: MBG Kok Makanannya Saya Lihat Itu-itu Aja

Dedi berharap rangkaian efek tersebut dapat memperkuat perekonomian sekaligus menciptakan lebih banyak kesempatan kerja di Jabar.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dapat Aduan dari Pengusaha, Purbaya Tindaklanjuti Disparitas Tarif LoLo di Luar Pelabuhan
• 27 menit lalu
0
thumb
Pembelian Pertalite Mau Dibatasi, Purbaya: Kita Incar Kalangan Atas
• 23 jam lalu
0
thumb
Mendagri Dorong Forkopimda Sumatera Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi
• 8 jam lalu
0
thumb
Link Nonton Drama Korea Our Sticky Love Episode 1-12 Sub Indo, Kisah Cinta Jung Hae In dan Ha Young yang Penuh Rahasia
• 12 jam lalu
0
thumb
BNPB Targetkan Dua Titik Api Karhutla Gunung Bromo Padam pada Pekan Ini
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.