UMKM Binaan Pertamina Tembus Omzet Rp8,57 Miliar, Pameran Jadi Jalan Buka Pasar Baru

viva.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT Pertamina (Persero) mencatatkan omzet Rp8,57 miliar sepanjang semester I-2026. Capaian tersebut diperoleh dari UMKM binaan Pertamina yang mengikuti berbagai pameran berskala regional, nasional, hingga internasional.

Pameran menjadi salah satu sarana bagi UMKM binaan Pertamina untuk bertemu konsumen baru, memperluas jaringan, hingga membuka peluang masuk ke pasar yang lebih besar.

Baca Juga :
Menko Perekonomian Airlangga Naikkan Perluas Akses UMKM Indonesia, Dorong Usaha Naik Kelas
1.300 UMKM Adu Kreativitas di Ajang ‘Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas’, Total Hadiah Rp1 Miliar

Tak hanya menghasilkan transaksi, berbagai kegiatan pameran juga menjadi ruang bagi UMKM binaan Pertamina untuk memperkenalkan produk, bertemu calon pembeli dan mitra bisnis, membangun kolaborasi antarpelaku usaha, sekaligus menguji daya saing produk di pasar yang lebih luas.

Sambal Ning Niniek Rasakan Manfaat Pendampingan Pertamina

Salah satu UMKM binaan Pertamina yang memanfaatkan kesempatan tersebut adalah Sambal Ning Niniek. Usaha yang dirintis Sri Wahyuni tersebut terus berupaya memperluas pasar melalui berbagai pameran dan program pengembangan usaha.

Sri Wahyuni mengatakan dukungan Pertamina menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan usahanya. Pada 2023, Sambal Ning Niniek mendapatkan bantuan modal sebesar Rp35 juta yang digunakan untuk memperkuat operasional dan meningkatkan kapasitas produksi.

“Bagi saya, setiap tahap yang kami lalui adalah bagian dari proses untuk terus berkembang. Peran Pertamina dalam perjalanan Sambal Ning Niniek sangat luar biasa. Kami mendapatkan bantuan modal Rp35 juta pada 2023 yang sangat membantu memperkuat operasional dan meningkatkan kapasitas produksi,” ujar Sri Wahyuni.

Ia juga menyebut kesempatan menjadi salah satu dari 30 finalis Pertamina Aggregator 2025 memberikan motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan bisnis.

“Bisa terpilih sebagai salah satu dari 30 finalis Pertamina Aggregator 2025 juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan mengembangkan usaha ini,” lanjutnya.

Selain dukungan modal, Sri Wahyuni mengatakan pelatihan melalui UMK Academy serta kesempatan mengikuti berbagai pameran turut membantu meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jaringan pemasaran Sambal Ning Niniek.

2.822 Sertifikasi Difasilitasi Pertamina

Pertamina menilai akses pasar harus diikuti dengan kesiapan UMKM dari sisi produk maupun pengelolaan bisnis.

Legalitas dan sertifikasi, kualitas produk, kemampuan pemasaran, hingga pengelolaan usaha menjadi sejumlah aspek penting yang perlu diperkuat agar UMKM dapat memanfaatkan peluang pasar secara optimal.

Baca Juga :
Diberdayakan BRI, Usaha Pecel Ini Naik Kelas Jadi Kuliner Favorit Kota Batu
Bantu UMKM Naik Kelas, Waskita Karya Dorong Penciptaan Lapangan Kerja
Sukses Jadi Mata Pencaharian Warga Sekitar, Ini Kisah Klaster Usaha Tanaman Hias Binaan BRI

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Banjir Bertahun-tahun di Bulak Barat Depok Dipicu Tanggul TPA Cipayung Longsor ke Kali
• 18 jam lalu
0
thumb
Mendagri Ajak Kementerian dan Lembaga Lainnya Beri Apresiasi Pemda Berprestasi
• 6 jam lalu
0
thumb
Mentan Ungkap Penyebab Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut
• 38 menit lalu
0
thumb
Seleksi Calon Hakim Tipikor MA: Letkol Sudiyo Dicecar soal Independensi
• 19 jam lalu
0
thumb
Wonderkid Rp2 Triliun Angkat Bicara Soal Rumor Transfer ke Arsenal saat Bintang Barcelona Masuk Bidikan Arteta
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.