Begini Cara Trump Diam-Diam Berganti Pesawat setelah KTT NATO di Turki

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, WASHINGTON—Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa ia diam-diam berganti pesawat saat meninggalkan KTT NATO di Turki bulan lalu akibat adanya kemungkinan ancaman.

“Saya mengikuti arahan Secret Service dan militer. Mereka ingin saya menggunakan penerbangan yang berbeda, pesawat yang berbeda,” ujar Trump kepada para wartawan pada hari Selasa waktu AS dikutip dari BBC.

“Saya hanya perlu melakukan apa yang mereka katakana,” lanjutnya.

Pengungkapan ini muncul setelah adanya laporan bahwa Trump menaiki Air Force One pada 8 Juli di hadapan kamera televisi, sebelum kemudian dipindahkan ke pesawat militer dengan bantuan truk katering.

Pergantian mendadak di saat-saat terakhir ini menimbulkan pertanyaan apakah orang-orang yang berada di pesawat pengalih perhatian (decoy) tersebut berada dalam bahaya, namun Trump menegaskan bahwa jet militer yang akhirnya ia tumpangi justru memiliki risiko lebih besar.

Para pejabat mengatakan kepada CBS News, mitra BBC di AS, bahwa AS telah mendeteksi adanya ancaman kredibel dari Iran untuk menembakkan rudal ke arah pesawat tersebut.

Para jurnalis dan sejumlah staf Gedung Putih yang berada di dalam pesawat tidak mengetahui bahwa presiden AS telah dipindahkan secara diam-diam sebagai bagian dari taktik pengelabuan yang rumit untuk merespons kemungkinan ancaman Iran.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa ia adalah “target nomor satu” Iran selama KTT di Ankara tersebut.

Manuver rahasia bulan lalu itu dilakukan sehari setelah AS kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran menyusul kegagalan negosiasi antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang.

Trump sebelumnya tiba di Turki dengan menaiki pesawat Boeing 747-8 yang lebih baru dan merupakan hibah dari Qatar, namun ia mengumumkan akan pulang menggunakan pesawat Air Force One yang lama demi alasan nostalgia.

Pada 8 Juli, rekaman memperlihatkan dirinya menaiki jet kepresidenan tersebut di bandara Ankara.

Namun menurut Washington Post, ia diam-diam keluar dari Air Force One menuju truk katering yang telah dinaikkan hingga setinggi pintu pesawat, di sisi yang berlawanan dengan tempat ia naik sebelumnya.

Ia kemudian dibawa secara rahasia ke pesawat militer C-32A yang lebih kecil—sebuah Boeing 757 yang telah dimodifikasi dan sering digunakan oleh wakil presiden.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menaiki pesawat C-32A tersebut secara terpisah menggunakan tangga luar sebagai upaya untuk membuat penerbangan itu tampak seperti penerbangan biasa, menurut surat kabar tersebut.

Para wartawan dan sejumlah staf Gedung Putih menaiki Air Force One dan kabarnya diminta untuk menutup penutup jendela mereka. Mereka tidak menyadari bahwa presiden sudah tidak berada di dalam pesawat. (amr)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Antrean Bus Transjakarta Mengular di Jalur Langit, Operasional Koridor 13 Dialihkan
• 5 jam lalu
0
thumb
Kasus Challenge Hafalan Ad-Duha Berimbalan Miras, Polisi Tangkap 2 Orang
• 7 jam lalu
0
thumb
Pemprov DKI Siapkan Obligasi Rp 5,6 T, Terbit Bertahap di 2027 dan 2028
• 8 jam lalu
0
thumb
1.000 Hektare Lahan Pertanian di Jatim Terancam Kekeringan
• 7 jam lalu
0
thumb
Walaupun Bergelimang Harta, Ini 5 Gaya Hidup Frugal Keluarga Kerajaan Inggris
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.