JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah penumpang KRL Commuter Line mengaku resah dengan maraknya kejahatan seperti pemalakan dan pencopetan di area pintu keluar lama Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, para penumpang KRL mengaku aksi kejahatan jalanan itu kerap terjadi di area tersebut mulai dari area pintu keluar hingga kolong jembatan penyeberangan multifungsi (JPM).
Keresahan ini salah satunya diungkapkan oleh Aulia (30), warga Rumah Susun (Rusun) KS Tubun yang setiap hari menggunakan layanan KRL dari stasiun tersebut.
Baca juga: Area Sekitar Stasiun Tanah Abang Disebut Rawan Copet dan Pemalakan, Benarkah?
"Tahu (kalau rawan), dari dulu kayaknya, dari sebelum ini diperbarui jadi gede. Sebenernya emang daerah sini sampai ke kolong JPO situ suka banyak yang tukang palak. Kalau enggak yang copet-copet," ujar Aulia saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (12/8/2026).
Menurut Aulia, kerawanan di area itu bukan hal baru dan sudah terjadi sejak lama.
Bahkan, sejak dulu para copet kerap beraksi pada siang maupun malam hari.
"Temen saya ada yang pernah kena, ada yang pernah kena palak duit dipepet gitu, ada yang pernah kecopetan juga handphone-nya. Dari cerita temen-temen saya malah ada yang kena copetnya siang-siang, enggak kenal waktu dia," kata Aulia.
Hal senada juga menjadi perhatian Andika (26), seorang penumpang KRL lainnya.
Meski tidak setiap hari menggunakan kereta di stasiun ini, ia merasa khawatir setelah mengetahui cerita-cerita tentang kondisi di sekitar stasiun yang rawan kejahatan.
"Saya tahunya paling emang Tanah Abang itu sering disuruh hati-hati kalau di sini, tapi enggak tahu kalau di stasiun juga banyak (copet). Kayaknya mungkin lebih aman kalau dibanding pasar ya, soalnya kan ini stasiunnya baru dan gede," kata Andika.
Baca juga: Warga Kecam Maraknya Peredaran Tramadol di Tanah Abang, Itu Bukan Budaya Kita
Ia menyayangkan kondisi ini karena menilai Stasiun Tanah Abang adalah salah satu stasiun paling bagus dan mewah di Jakarta, terutama setelah direvitalisasi pada 2025.
Selain itu, Stasiun Tanah Abang yang menjadi titik transit di tengah Kota Jakarta juga dinilai seharusnya aman, karena digunakan oleh banyak penumpang KRL.
"Ini kan tempatnya bagus sayang kalau banyak kejahatan, harus dijaga baik-baik. Kasihan yang pada pulang malam atau naik kereta malam-malam kalau misalnya rawan," ucapnya.
Kondisi ini juga dibenarkan oleh Wahyu (37), seorang pengemudi ojol yang kerap mangkal di Stasiun Tanah Abang.
"Ah iya itu, di yang turunan lama tuh, emang sering itu dari dulu, sampai sekarang enggak berubah. Tahu-tahu ada penumpang cerita 'gua kecopetan bang' minta tolong," ucap Wahyu.






Komentar (0)