Pantau - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina telah menyampaikan usulan kepada Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri perang dengan Rusia yang telah memasuki tahun kelima.
Zelenskyy menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya pada Selasa malam di tengah kebuntuan proses perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat.
"Kami telah menyampaikan usulan kami kepada pihak Amerika," ungkap Zelenskyy.
Ukraina Harapkan Tekanan AS terhadap RusiaZelenskyy menilai Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk membantu memperkuat pertahanan Ukraina sekaligus menekan Rusia agar mengubah arah kebijakannya dalam perang.
"Amerika dapat membantu memperkuat pertahanan kami, terutama melalui pertahanan udara, dan dapat menekan Rusia agar mengubah rencananya, dari memperpanjang perang menjadi mempersiapkan diri untuk mengakhirinya," kata Zelenskyy.
Dengan mediasi Amerika Serikat, Rusia dan Ukraina sebelumnya telah menggelar tiga putaran perundingan pada Januari dan Februari untuk mencari jalan penyelesaian konflik.
Proses perundingan kemudian terhenti, sementara Moskow dan Kiev mengaitkan kebuntuan tersebut dengan fokus Amerika Serikat terhadap Iran serta konflik bersenjata di Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari.
Zelenskyy Ungkap Dugaan Rencana Mobilisasi RusiaSelain membahas proses perdamaian, Zelenskyy mengungkapkan informasi berdasarkan laporan intelijen Ukraina mengenai dugaan rencana Rusia merekrut lebih banyak pasukan setelah pemilu pada September.
Zelenskyy menuding Presiden Rusia Vladimir Putin ingin memanfaatkan pemilu untuk menciptakan kesan adanya dukungan masyarakat Rusia terhadap perang.
"Dia (Presiden Rusia Vladimir Putin) ingin menciptakan kesan bahwa rakyat Rusia seolah-olah mendukung perang," kata Zelenskyy.
Menurut Zelenskyy, Putin kemudian berencana melakukan mobilisasi tambahan secara cepat terhadap ratusan ribu warga Rusia setelah pemilu tersebut.
"Kemudian, setelah apa yang disebut pemilu, dia berencana melakukan mobilisasi cepat tambahan terhadap beberapa ratus ribu warga Rusia hingga akhir tahun, ditambah jumlah yang sama pada tahun depan," ungkap Zelenskyy.
Ia mengatakan mobilisasi itu akan dilakukan di luar proses perekrutan yang saat ini dijalankan Rusia melalui skema wajib militer kontrak.
Kremlin Bantah Mobilisasi Baru Masuk AgendaRusia sebelumnya melakukan mobilisasi militer parsial pada 2022 setelah mendapat persetujuan Putin yang menghasilkan perekrutan sekitar 300.000 personel ke dalam angkatan bersenjata Rusia.
Sejak mobilisasi tersebut, Ukraina secara berkala menyatakan Rusia berpotensi menggelar gelombang mobilisasi baru, tetapi klaim itu telah dibantah pejabat Rusia.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Maret mengatakan isu mobilisasi "tidak ada dalam agenda".
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev pada bulan lalu juga mengatakan "tidak ada kebutuhan untuk mobilisasi" di Rusia.
Medvedev menyebut berbagai pernyataan mengenai dugaan rencana mobilisasi baru Rusia sebagai "provokasi palsu" dan "propaganda".





Komentar (0)