Grid.ID - Aktor Teuku Rifnu Wikana membagikan pengalaman unik ketika dirinya sempat dicurigai melakukan pesugihan Kandang Bubrah. Dugaan tersebut muncul karena renovasi rumah miliknya sempat mangkrak selama bertahun-tahun. Kondisi bangunan yang tak kunjung selesai membuat orang-orang di sekitarnya mengaitkannya dengan mitos Kandang Bubrah.
Teuku Rifnu Wikana mengakui renovasi rumahnya memang sempat terhenti cukup lama karena terkendala biaya. Selama sekitar tiga tahun, bagian rumah tersebut bahkan hanya berupa dak tanpa mengalami perkembangan berarti.
“Rumah saya itu mandek karena uang itu kurang, ada sekitar tiga tahun cuma dak doang, enggak nambah-nambah,” ungkap Teuku Rifnu Wikana di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (12/8/2026).
Kondisi itu kemudian membuat dirinya sempat digoda oleh orang-orang yang mengaitkan rumahnya dengan Kandang Bubrah.
“Jadi orang bilang, ‘Wah, lu lagi Kandang Bubrah ya?’ gitu,” ujar Rifnu Wikana.
Istilah Kandang Bubrah sendiri berkaitan dengan mitos pesugihan yang menjadi bagian dari cerita film Di Ambang Kematian. Dalam kisah yang berkembang di masyarakat, Kandang Bubrah dipercaya berkaitan dengan perjanjian manusia dengan makhluk gaib. Salah satu cirinya adalah proses pembangunan atau renovasi rumah yang seolah tidak pernah benar-benar selesai.
Rifnu mengaku pernah mengetahui sejumlah cerita serupa melalui pemberitaan serta riset yang dilakukan menjelang produksi film Di Ambang Kematian. Karena itu, ketika mendapatkan peran dalam film tersebut, ia merasa cerita yang diangkat cukup dekat dengan pengalaman pribadinya.
“Pas waktu dapat syuting, ‘wah, ini gua banget nih.’ Jadi relate banget,” tuturnya.
Menurut Rifnu, konsep Kandang Bubrah dalam film menggambarkan sebuah bangunan yang harus terus mengalami perubahan dan tidak boleh mencapai tahap selesai. Setiap kali ada uang untuk melanjutkan pembangunan, selalu muncul persoalan baru yang membuat bangunan tersebut kembali diperbaiki.
“Dia enggak boleh stop. Itu ditambah, dipoles dikit, enggak boleh jadi. Kan enggak boleh sampai selesai,” bebernya.
“Tambah lantai, ada uang tambah ini, rusak lagi, bocor lagi, ini lagi itu lagi,” kata Rifnu.
Kondisi tersebut membuat Rifnu semakin merasakan adanya kemiripan antara cerita Kandang Bubrah dalam film dengan pengalaman renovasi rumahnya sendiri. Ia bahkan kembali teringat pada hasil riset yang dilakukan tim film mengenai fenomena tersebut.
“Setelah waktu syuting melihat hasil-hasil dari riset kawan-kawan, ‘Ini mah gua banget ini mah’. Jadi enggak jauh-jauh sih,” ucapnya.
Meski demikian, Rifnu menegaskan bahwa kemiripan tersebut hanyalah sebuah kebetulan. Ia memastikan renovasi rumahnya yang terhenti bukan disebabkan praktik pesugihan atau perjanjian dengan makhluk gaib. Dengan nada bercanda, ia meluruskan dugaan tersebut sambil menegaskan keyakinannya.
“Tapi saya enggak MoU sama iblis ya. Oh iya, saya muslim selama ini, Bang. Salah, Bang,” katanya sambil tertawa.
Pengalaman tersebut kini terasa semakin relevan bagi Teuku Rifnu Wikana karena ia kembali terlibat dalam kisah yang mengangkat mitos Kandang Bubrah.
Dalam film Di Ambang Kematian 2 produksi MVP Pictures, Rifnu kembali memerankan karakter Suyatmo. Film tersebut dijadwalkan mulai menjalani proses syuting pada 20 Agustus 2026.
Pada sekuel ini, Teuku Rifnu Wikana akan beradu peran dengan Derby Romero, Nayla Purnama, dan Muhammad Adhiyat.(*)
Artikel Asli





Komentar (0)