Purbaya Ungkap Rencana Pemerintah Tarik Sebagian Keuntungan Danantara

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah berencana menarik sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang berasal dari dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendukung penerimaan dan cadangan fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan rencana tersebut merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto. Sebagian keuntungan Danantara nantinya dapat dimanfaatkan pemerintah sebagai cadangan fiskal.
 
"Ada ide Presiden untuk menempatkan sebagian keuntungan Danantara untuk cadangan pemerintah," kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 12 Agustus 2026.
 
Sebelumnya, dividen BUMN menjadi bagian dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada pos kekayaan negara dipisahkan (KND). Namun, sejak tahun lalu, pengelolaan dividen BUMN beralih ke Danantara seiring dengan amandemen Undang-Undang (UU) BUMN pada 2025.
 
Purbaya belum menjelaskan secara rinci pos anggaran yang akan menampung sebagian keuntungan tersebut, termasuk kemungkinan masuk kembali ke pos PNBP KND.
 
Menurut dia, pemerintah masih membahas mekanisme tersebut bersama Danantara. Kebijakan itu direncanakan mulai diterapkan secara bertahap pada 2026.
 
"Nanti kami lakukan secara bertahap, masih kami diskusikan dengan Danantara. Tahun ini mulai, bukan bulan ini. Nanti kita lihat, ya," ujar Purbaya.
 

Baca Juga :

Danantara Sudah Sampaikan Minat Miliki Saham Bursa Efek Indonesia


(Wisma Danantara Indonesia. Foto: dok Danantara)
  Keuntungan Danantara bisa pangkas utang  
Purbaya mengatakan penerimaan dari sebagian keuntungan Danantara juga berpotensi digunakan untuk mengurangi posisi utang pemerintah.
 
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, utang pemerintah per 30 Juni 2026 mencapai Rp10.293,69 triliun atau setara dengan 41,26 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
 
Utang tersebut terdiri atas Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8.966,79 triliun dan pinjaman sebesar Rp1.326,90 triliun.
 
Meski demikian, Purbaya menilai posisi fiskal pemerintah masih berada dalam batas yang aman. Pemerintah juga melihat pemanfaatan sebagian keuntungan Danantara sebagai salah satu upaya meningkatkan efisiensi penerimaan dan menjaga kesinambungan APBN.
 
"Jadi, kami meningkatkan efisiensi pendapatan dan ingin membuat anggaran kita ke depan makin berkesinambungan. Segala cara kami manfaatkan, termasuk pendapatan dari Danantara," tutur dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jenazah Sutrimo Bakal Diekshumasi Hari Ini, Keluarga: Ikhlas Apapun Hasilnya
• 16 jam lalu
0
thumb
Penjualan Motor Juli 2026 Melonjak 23,4 Persen, Ekspor Naik 31,3 Persen
• 14 jam lalu
0
thumb
Pria Bertopi Curi Belasan Dus Tahu Bulat di Cirebon, Pedagang Rugi Jutaan Rupiah
• 21 jam lalu
0
thumb
3 Korban KMP Putri Yasmin Dievakuasi ke Pelabuhan Lembar Lombok, 1 Meninggal
• 14 jam lalu
0
thumb
KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Tim SAR Evakuasi Penumpang
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.