Kapolsek Kaliwungu AKP Deni Noviandi masih menyelidiki orang tua kandung pembuang bayi di Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Selasa (11/8) malam. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap sosok di balik pembuang bayi.
"Terkait informasi pembuang bayi belum diketahui," katanya saat dikonfirmasi kumparan, Rabu (12/8).
Ia menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mendalami keterangan para saksi.
"Masih kami dalami dengan menggali keterangan para saksi serta mencari informasi di sekitar lokasi. Kami juga telah berkoordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polres Kudus untuk penanganan lebih lanjut," terangnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian telah mendatangi tempat kejadian perkara bersama petugas piket Reskrim. Hal itu dilakukan untuk mendata para saksi serta mengecek kondisi bayi di rumah sakit.
"Saat ini petugas masih melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatan bayi," katanya.
Sementara itu, Direktur RSI Sunan Kudus dr. Ahmad Syaifuddin saat dikonfirmasi kumparan menyampaikan, bayi perempuan tersebut sempat dibawa ke RSI untuk diperiksa kesehatannya. Kondisinya semakin membaik hingga Rabu (12/8) sore. Pihaknya masih terus melakukan observasi.
"Kondisinya semakin membaik sampai sore ini karena kami terus memberikan penanganan medis," katanya kepada kumparan, Rabu (12/8) sore.
Sementara itu, ia menyampaikan sampai sore ini belum ada pihak keluarga yang datang ke RSI Sunan Kudus untuk menjenguk bayi tersebut. Sejauh ini hanya ada perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang datang berkunjung ke RSI.
"Keluarga tidak ada yang datang. Hanya OPD saja yang datang, dari Dinsos Kudus dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang bayi perempuan ditemukan di dalam tas kertas di rumah warga di Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Selasa (11/8) malam. Bayi tersebut diduga baru lahir karena masih terdapat tali pusar.
Muhammad Humaidi, salah seorang warga yang menemukan bayi tersebut, menyampaikan bayi tersebut ada di teras depan rumahnya yang berada di RT 04, RW 03, Desa Karangampel.
Humaidi sempat mengira tas tersebut merupakan berkat pengajian. Kemudian, ia memanggil istrinya untuk membuka tas tersebut.
"Saya pulang dari mengaji Selasa malam jam 22.30 WIB, sampai rumah kok ada tas tenteng kertas. Kemudian saya tanya istri saya, setelah dibuka istri saya isinya ternyata bayi," katanya saat dihubungi kumparan, Rabu (12/8).
Istri Humaidi kemudian berteriak sehingga beberapa warga di sekitar rumah mendatangi teras rumahnya. Saat ditemukan, kondisi bayi di dalam tas masih tertidur. Setelah ramai warga yang mendatangi kediamannya, bayi tersebut terbangun dan menangis.
Menurut keterangan dari Humaidi, kondisi bayi tersebut sudah bersih. Selain itu, bayi sudah diberi selimut dan memakai kaus tangan. Bayi perempuan itu masih memiliki tali pusar.
Ia sempat menduga pihak yang menaruh tas tersebut kemungkinan mengenalnya. Terlebih, Humaidi dan istrinya belum dikaruniai anak.
"Kemungkinan ya orang yang naruh itu tahu saya belum dikaruniai anak. Kemudian naruh bayinya di rumah saya. Semalam juga banyak yang ingin mengadopsi," katanya.






Komentar (0)