Menhan Sjafrie Tegaskan Kerja Sama RI-AS Tidak untuk Bangun Pangkalan Militer

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan kerja sama pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat tidak diarahkan pada pembentukan pangkalan militer AS di Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Sjafrie saat menerima kunjungan kerja Elbridge A. Colby, Under Secretary of War for Policy, United States Department of War, di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara memperkuat hubungan strategis dan mengimplementasikan kerja sama pertahanan dalam kerangka Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Kerangka MDCP secara resmi disepakati Indonesia dan AS pada April 2026 dan mencakup antara lain modernisasi pertahanan, pengembangan teknologi pertahanan, peningkatan kesiapan operasional, serta penguatan hubungan antarpersonel pertahanan.

Dalam keterangan di situs Kemhan, Sjafrie menyampaikan apresiasi atas kunjungan Colby sekaligus menekankan pentingnya kerja sama pertahanan yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kemampuan pertahanan Indonesia.

Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai perkembangan hubungan bilateral serta implementasi berbagai program dalam kerangka MDCP.

Menurut Sjafrie, kerja sama pertahanan Indonesia-AS ke depan akan difokuskan pada sejumlah bidang, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia pertahanan melalui pendidikan dan pelatihan.

Kesempatan bagi personel TNI untuk mengikuti pendidikan dan latihan di Amerika Serikat akan terus didorong dengan mengedepankan profesionalisme dan prinsip merit. Dengan demikian, personel yang memperoleh kesempatan tersebut harus memiliki kompetensi dan memenuhi kualifikasi yang ditetapkan.

Selain pendidikan dan pelatihan, Indonesia dan AS membahas peningkatan latihan bersama, termasuk latihan gabungan pasukan khusus. Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan serta profesionalisme personel TNI.

Namun, Sjafrie menekankan bahwa penguatan hubungan pertahanan dengan AS tetap ditempatkan dalam kerangka kepentingan nasional Indonesia.

Kerja sama tersebut, kata dia, diarahkan untuk memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia agar semakin mandiri dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional.

Tak Ada Pangkalan Militer AS Dalam pertemuan itu, Sjafrie juga menegaskan bahwa pengembangan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat tidak diarahkan pada pembentukan pangkalan militer AS di Indonesia.

Kerja sama akan difokuskan pada program yang memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas pertahanan nasional, khususnya pendidikan, pelatihan, peningkatan kemampuan personel, dan penguatan interoperabilitas sesuai kebutuhan serta kepentingan Indonesia.

Indonesia juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama industri pertahanan. Kemitraan di bidang tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri pertahanan nasional sekaligus memperkuat kemandirian pertahanan Indonesia.

Kedua pihak juga memiliki pemahaman mengenai pentingnya nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme sebagai fondasi hubungan pertahanan.

Amerika Serikat disebut menghormati nasionalisme dan patriotisme Indonesia serta mendukung peningkatan profesionalisme pertahanan Indonesia. Prinsip saling menghormati tersebut menjadi landasan agar kerja sama kedua negara berkembang secara konstruktif dan setara. Hormati Kedaulatan Indonesia Indonesia dan AS juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka dalam menyelesaikan berbagai aspek teknis kerja sama pertahanan.

Indonesia tetap mengedepankan ketentuan dan prosedur nasional dalam setiap bentuk kerja sama pertahanan. Seluruh kegiatan juga harus dilaksanakan secara aman dan tertib serta tetap menghormati kedaulatan Indonesia.

Pertemuan tersebut ditutup dengan apresiasi Sjafrie atas diskusi yang disebut terbuka dan produktif. Indonesia berkomitmen melanjutkan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat melalui pendekatan yang saling menghormati, saling menguntungkan, dan berorientasi pada peningkatan kapasitas serta profesionalisme pertahanan Indonesia.

Kemitraan pertahanan Indonesia-AS diharapkan terus berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan pertahanan kedua negara sekaligus mendukung keamanan, stabilitas, dan perdamaian di kawasan.


Baca juga:  Prabowo Bertemu Wamen Perang AS di Istana, Bahas Kemitraan Strategis dengan Indonesia


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kecelakaan Motor Tabrak Mobil di Jalan Poros Majene-Mamuju, Diduga gegara Balita Tarik Gas
• 9 jam lalu
0
thumb
Jebol Gedung Cafe, Kompresor AC Raib, Pelaku Diciduk Reskrim Medan Barat
• 3 jam lalu
0
thumb
Foto: Topan Dolphin Bikin Kota Luohe dan Zhengzhou di China Kebanjiran
• 1 jam lalu
0
thumb
Heboh WN Israel Tinggal dan Buka Usaha di Bali, Ini Penjelasan Imigrasi
• 6 jam lalu
0
thumb
Terungkap! Hasil Ekshumasi-Autopsi Jenazah Sutrimo Eks Pegawai Jampidsus Febrie Adriansyah
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.