Washington: Pengamanan Presiden Amerika Serikat (AS) tidak hanya mengandalkan pengawalan ketat dan perlindungan fisik. Dalam situasi tertentu, pemerintah AS juga menggunakan strategi pengelabuan untuk menyembunyikan keberadaan presiden dari pihak yang berpotensi mengancam keselamatannya.
Hal tersebut kembali menjadi sorotan setelah Donald Trump dilaporkan diam-diam dipindahkan dari Air Force One ketika berada di Ankara, Turki, pada Juli 2026. Trump disebut dibawa keluar dari pesawat menggunakan kontainer katering sebelum dipindahkan ke pesawat militer lain.
Strategi serupa ternyata bukan hal baru. Berikut sejumlah presiden AS yang pernah melakukan perjalanan rahasia atau menggunakan pengelabuan untuk alasan keamanan: 1. Donald Trump – Turki, 2026
Trump diam-diam dipindahkan dari Air Force One setelah tim keamanan AS menilai terdapat ancaman serius terhadap keselamatannya ketika berada di Ankara.
Menurut laporan The New York Times, Rabu, 12 Agustus 2026, rencana tersebut disusun hanya dalam waktu beberapa jam. Trump disebut dibawa keluar dari Air Force One menggunakan kendaraan atau kontainer katering sebelum kemudian menaiki pesawat militer lain.
Sementara Trump telah dipindahkan, Air Force One tetap meninggalkan Ankara menuju Inggris dengan sejumlah pejabat pemerintah, personel militer, dan wartawan masih berada di dalamnya.
Mereka tidak diberi tahu bahwa Trump sebenarnya sudah berada di pesawat lain. Air Force One diduga sengaja tetap digunakan sebagai umpan atau pengelabuan agar pihak yang mengancam Trump mengira sang presiden masih berada di dalam pesawat.
Ancaman tersebut dilaporkan berkaitan dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. 2. George W. Bush – Irak, 2003
Strategi pengelabuan juga digunakan ketika George W. Bush melakukan kunjungan mendadak ke Baghdad pada 2003.
Kunjungan tersebut merupakan perjalanan pertama Bush ke ibu kota Irak sebagai presiden. Mengingat situasi keamanan di negara tersebut, rencana perjalanan dirahasiakan secara ketat.
Dilansir dari The Times, bahkan istri dan keluarga Bush tidak mengetahui rencana kunjungan tersebut.
Tim kepresidenan sebelumnya mengatakan Bush akan menghabiskan waktu Thanksgiving di Camp David. Namun, rencana sebenarnya adalah membawa Bush secara diam-diam ke Baghdad untuk mengunjungi pasukan AS yang bertugas di Irak.
Kunjungan tersebut kemudian baru diketahui publik setelah Bush tiba di Irak. 3. Barack Obama – Afghanistan, 2010
Barack Obama juga melakukan perjalanan rahasia ketika mengunjungi Afghanistan pada 2010.
Keberadaan Obama di negara tersebut sengaja dirahasiakan karena pertimbangan keamanan. Hanya segelintir pejabat yang mengetahui rencana perjalanan sang presiden.
Dalam kunjungan singkat tersebut, Obama bertemu dengan Presiden Afghanistan saat itu, Hamid Karzai.
Setelah menyelesaikan agenda, Obama langsung meninggalkan Afghanistan dan kembali ke AS.
Kunjungan tersebut menjadi contoh bagaimana perjalanan presiden ke wilayah konflik dapat dirancang sedemikian rupa untuk meminimalkan risiko keamanan maupun kemungkinan adanya upaya serangan. 4. Bill Clinton – Pakistan, 2000
Sebelumnya, Bill Clinton menggunakan strategi serupa ketika melakukan kunjungan singkat ke Pakistan pada 2000.
Clinton berkunjung ketika hubungan antara India dan Pakistan tengah berada dalam situasi tegang. Karena pertimbangan keamanan, perjalanan presiden AS tersebut dilakukan dengan sangat terbatas.
Clinton hanya berada di Pakistan selama sekitar enam jam.
Untuk menghindari ancaman, Clinton disebut diam-diam dipindahkan ke pesawat lain yang telah disiapkan di lokasi berbeda sebelum meninggalkan Pakistan. Bukan Strategi Baru
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa pengelabuan dalam perjalanan presiden bukanlah strategi baru dalam sistem keamanan AS.
Dari perjalanan mendadak George W. Bush ke Baghdad, kunjungan rahasia Barack Obama ke Afghanistan, hingga perpindahan pesawat Bill Clinton di Pakistan, pemerintah AS telah menggunakan berbagai cara untuk menyembunyikan lokasi dan pergerakan presiden ketika menghadapi situasi berisiko.
Kasus Trump di Turki pada 2026 menunjukkan bahwa strategi tersebut masih relevan hingga kini. Bedanya, operasi pengelabuan kali ini bahkan membuat pesawat yang ditumpangi sebelumnya tetap terbang tanpa sang presiden, sehingga berfungsi sebagai bagian dari strategi untuk mengaburkan lokasi sebenarnya dari Trump. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Mirip Adegan Film, Trump Diam-diam Dipindahkan dari Air Force One di Turki





Komentar (0)