Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

tvonenews.com
48 menit lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Fakta baru ini didapatkan saat rekonstruksi adegan pembunuhan disertai mutilasi digelar Polda Metro Jaya.  

Saat dihadirkan dalam proses rekonstruksi, Saepul tampak membawa obat.

Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra mengatakan Saepul diduga menderita penyakit HIV. 

"Obatnya kami duga, dari hasil pemeriksaan kami, dia menderita penyakit HIV," katanya, Selasa (11/8/2026).

Karung Misterius Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok Diidentifikasi, Nyaris Terbakar Karena Dikira Sampah
Sumber :
  • Istimewa

Hal inilah yang mengharuskan Saepul membawa obat dan rutin mengonsumsinya.

"Iya diharuskan bawa," terangnya. 

Rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi ini digelar dengan memperagakan 51 adegan.  

​"Betul. Sudah selesai dilakukan rekonstruksi. Total ada 30 adegan di mana masing-masing adegan memiliki sub-adegan dengan total 51 adegan rekonstruksi,” ujarnya.

Kasus pembunuhan disertai mutilasi ini berawal saat warga Tanah Merah, Depok, digegerkan dengan penemuan karung berisi jasad manusia pada 24 Juli 2026. Warga mengira karung tersebut adalah sampah hingga nyaris dibakar. 

Usai dilaporkan dan ditindaklanjuti dengan olah TKP, akhirnya terungkap bahwa korban berinisial K (51) yang merupakan warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. 

Terungkap pula bahwa tersangka dalam kasus ini adalah Saepul. 

Dari hasil pemeriksaaan, Saepul dan K berkenalan melalui media sosial. Mereka sepakat bertemu di kontrakan Saepul di kawasan Cipayung pada Kamis (23/7/2026). 

"Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga pelaku menusuk bagian perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. 

Saepul memutilasi korban lantaran dia kesulitan membawa jasad keluar kontrakan. Usut punya usut, pria yang berprofesi sebagai tukang pisang cokelat (piscok) ini sempat bekerja sebagai pemotong daging sehingga memiliki kemampuan dasar. 

Dia memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha dan membuang tubuh korban di kawasan Tanah Merah, sedangkan potongan kedua kaki korban dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara. 

Usai beraksi, pelaku membawa sepeda motor milik korban ke Panimbang dan menjualnya untuk kebutuhan sehari-hari. (nsi)

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sidang Perdana Kasus Kuota Haji, Yaqut Cholil Qoumas: Doakan, Semua yang Benar Akan Kelihatan
• 12 jam lalu
0
thumb
Jadwal Piala Super Eropa PSG vs Aston Villa Tengah Pekan Ini
• 17 jam lalu
0
thumb
Jonathan Frizzy Mantap Nikahi Ririn Dwi Ariyanti, Intip Profil Lengkap Sang Aktor
• 11 jam lalu
0
thumb
ST Burhanuddin Lantik Mantan Anak Buah Febrie Ardriansyah sebagai Kajati Sulsel
• 9 jam lalu
0
thumb
Stok Beras Bulog Tembus 5,25 Juta Ton, Penyerapan Gabah Petani Dekati Target 2026
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.