Tim 10 KKN Undip Dorong Warga Batang Ubah Sampah Jadi Cuan

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BATANG - Tim 10 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) menggagas pembentukan Bank Sampah Dena Lestari Berdaya di Desa Denasri Wetan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Program tersebut melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan ibu-ibu PKK untuk mendorong warga memilah sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.

BACA JUGA: Gandeng Undip, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Pengembangan Literasi & Riset Jaminan Sosial

Pembentukan bank sampah berangkat dari masih terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah.

Selama ini, sampah rumah tangga belum sepenuhnya dipisahkan berdasarkan jenis sehingga material yang masih memiliki nilai guna maupun nilai jual belum dimanfaatkan secara optimal.

BACA JUGA: Mahasiswa Undip Korban Penganiayaan Diduga Pelaku Kekerasan Seksual

Koordinator Tim 10 KKN Undip, Jadev Abrar mengatakan bank sampah tidak hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan kebersihan, tetapi juga membangun kebiasaan baru di masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tidak melihat sampah hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai sesuatu yang bisa dipilah dan memiliki nilai. Karena itu, sejak awal kami melibatkan BUMDes dan PKK agar program ini bisa terus berjalan,” kata Jadev dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/8).

BACA JUGA: Perkuat Jejaring Alumni, IKATEKA Undip Luncurkan Website dan Bisnis Hub

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Undip itu berharap kebiasaan memilah sampah dapat terus dilakukan warga dari tingkat rumah tangga meski masa KKN telah berakhir.

Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi selanjutnya dapat disalurkan dan dikelola melalui bank sampah.

“Harapannya, setelah KKN selesai, masyarakat tetap konsisten memilah sampah dari rumah. Bank sampah ini bukan hanya tempat menyetorkan sampah, tetapi juga bisa menjadi wadah pemberdayaan dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ketua Bank Sampah Dena Lestari Berdaya, Ilham Yahya, S.Kom mengatakan program tersebut diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.

Barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat dikumpulkan, dipilah, dan dimanfaatkan kembali sehingga memberikan manfaat ekonomi.

“Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dengan mengubah sampah yang sebelumnya tidak bernilai menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual,” kata Ilham.

Pengelolaan Bank Sampah Dena Lestari Berdaya melibatkan unsur BUMDes dan PKK. Ketua bank sampah berasal dari BUMDes, sementara sejumlah posisi kepengurusan lainnya diisi oleh ibu-ibu PKK.

Struktur kepengurusan dibentuk melalui focus group discussion (FGD) yang melibatkan Tim 10 KKN Undip bersama pihak terkait.

Forum tersebut membahas pembagian tugas, mekanisme pengelolaan, hingga strategi agar bank sampah dapat tetap berjalan secara mandiri setelah program KKN berakhir.

Bank sampah ditempatkan di Balai Desa Denasri Wetan, Gang Anggrek, Kecamatan Batang.

Lokasi itu dipilih untuk memudahkan masyarakat menyetorkan sampah sekaligus memperluas akses terhadap program pengelolaan sampah.

Uji coba operasional dilakukan pada Minggu (9/8). Dalam kegiatan perdana tersebut, ibu-ibu PKK mengumpulkan sampah dari lingkungan sekitar untuk dibawa ke lokasi bank sampah.

Antusiasme warga terlihat dari volume sampah yang terkumpul. Pada uji coba pertama, sampah yang berhasil dihimpun mencapai satu mobil pikap.

Tim KKN menilai capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi pengelolaan sampah di Desa Denasri Wetan apabila dilakukan secara terorganisasi.

Nama Dena Lestari Berdaya dipilih untuk merepresentasikan identitas sekaligus tujuan program.

“Dena” diambil dari nama Desa Denasri Wetan, “Lestari” mencerminkan upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, sedangkan “Berdaya” menggambarkan cita-cita membangun kemandirian warga dalam mengelola sampah serta memanfaatkan nilai ekonominya.

Melalui kolaborasi pemerintah desa, BUMDes, PKK, dan masyarakat, Bank Sampah Dena Lestari Berdaya diharapkan tidak hanya mampu mengurangi timbulan sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Undip Siapkan Sanksi Tegas Bagi Pelaku Penganiayaan Mahasiswa


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Demi Menit Bermain, Hamra Hehanussa Kembali Dipinjamkan Persib
• 19 jam lalu
0
thumb
Telat 3 Hari Perpanjang SIM Diminta Buat Baru, Guru Ahmad: Seolah-olah Kompetensi Mengemudi Dianggap Hilang
• 2 jam lalu
0
thumb
Ekspor Gim Indonesia Diproyeksikan Dorong Ekonomi, Pasar Global Jadi Target Utama Pengembang
• 14 jam lalu
0
thumb
Respons Eks Menag Yaqut usai Didakwa Terima Rp4,8 M: Saya Tak Terima 1 Rupiah Pun
• 20 jam lalu
0
thumb
Megawati Lantik Pinka Haprani-Andi Widjajanto Pimpin Organisasi Sayap PDIP
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.