Pemerintah menyalurkan bantuan pangan beras gratis kepada 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
IDXChannel - Pemerintah menyalurkan bantuan beras gratis kepada 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Untuk program tersebut, pemerintah menyiapkan sekitar 997.200 ton beras yang akan disalurkan selama periode Juli hingga September 2026.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, setiap penerima manfaat memperoleh bantuan 10 kilogram beras per bulan. Dengan demikian, setiap penerima akan mendapatkan total 30 kilogram beras selama tiga bulan.
“Untuk bantuan pangan, ini diberikan gratis kepada 33,4 juta masyarakat Indonesia. Ini adalah perintah Bapak Presiden. Alhamdulillah, sekarang kita sudah swasembada beras dan stok kita melimpah, mencapai 5,2 juta ton di Bulog,” ujar Amran saat meninjau penyaluran bantuan pangan beras di Kelurahan Lidah Kulon, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026).
Menurut Amran, penyaluran bantuan pangan dilakukan seiring dengan kondisi stok beras nasional yang mencapai 5,2 juta ton di Perum Bulog. Stok tersebut, kata dia, berasal dari produksi dalam negeri dan bukan beras impor.
“Kalau mau melihat fisiknya, ada di Bulog. Kalau mau melihat data, ada di BPS. Kalau produksi, ada di pertanian. Ini beras kita sendiri, bukan beras impor,” katanya.
Amran menilai peningkatan stok beras menunjukkan semakin kuatnya kondisi perberasan nasional. Kenaikan stok tersebut juga berjalan seiring dengan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani melalui penyerapan produksi dalam negeri.
“Bantuan pangan sudah, kesejahteraan petani meningkat, stok bertambah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sekarang stok kita 5,2 juta ton,” kata Amran.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. Di satu sisi, pemerintah berupaya memastikan produksi beras dalam negeri terserap sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Di sisi lain, ketersediaan stok yang memadai digunakan untuk memberikan perlindungan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan ini karena dua-duanya. Stok kita memang melimpah, dan ini juga merupakan bentuk kepedulian Bapak Presiden kepada rakyat Indonesia,” ujar Amran.
(DESI ANGRIANI)






Komentar (0)