REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengonfirmasi terjadinya insiden kebakaran yang menimpa kapal penyeberangan KMP Putri Yasmin (YDGJ) rute Padangbai-Lembar pada Rabu (12/8/2026) pagi sekitar pukul 04.20 WITA di perairan Bali. Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama tim SAR gabungan bergerak cepat melakukan penanganan, penyebaran informasi marabahaya, serta pengerahan armada pertolongan ke lokasi kejadian.
Plt Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa I Ketut Aries Nakula Mandiana menyampaikan, sesaat setelah menerima laporan kejadian, pihaknya langsung mengambil langkah darurat melalui fasilitas Vessel Traffic Services (VTS) dan Stasiun Radio Pantai (SROP).
Baca Juga
Karhutla di Enam Provinsi Prioritas Hanguskan 48.889 Hektare Lahan
Kemenhub Evaluasi Keselamatan Pelayaran Usai Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, 238 Korban Dievakuasi
Menhub Pastikan Hak Korban KMP Mutiara Sentosa II Terpenuhi
"Sesaat setelah informasi diterima pada pukul 04.20 WITA, VTS Benoa dan SROP Padangbai langsung memancarkan siaran berita marabahaya (broadcast MAYDAY) sebanyak tiga kali kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi untuk memberikan bantuan secepatnya," ujar Aries dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Selain pancaran MAYDAY, ucap dia, VTS Benoa berkoordinasi secara intensif dengan VTS Lembar untuk meneruskan informasi darurat tersebut. Pihaknya juga telah menghubungi Kantor SAR Denpasar yang langsung merespons dengan mengerahkan unit RIB Nusa Penida ke lokasi kejadian.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dari sisi wilayah Lembar, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Lembar Syamsurizal juga merespons insiden ini secara sigap dan terukur. Koordinasi lintasinstansi langsung diaktifkan guna memastikan keselamatan para penumpang serta kru kapal.
"Kami di KSOP Lembar bersama tim di lapangan, termasuk berkoordinasi dengan SAR NTB, mengambil langkah tanggap darurat untuk mendukung evakuasi dari sisi wilayah Lembar. Sinergi antarunsur maritim menjadi prioritas utama agar penanganan berjalan lancar dan selamat," ujar Syamsurizal.
Komentar (0)