Grid.ID - Siswi yang tewas tertabrak KRL di Jurangmangu sempat menulis 2 rencana ini sebelum diduga mengakhiri hidup. Ia juga menuliskan permintaan maaf karena mengganggu perjalanan kereta.
Seorang siswi kelas X SMK swasta di Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial AP ditemukan meninggal dunia usai tertemper kereta di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Banten pada Senin (10/8/2026) sore. Menurut saksi mata di tempat kejadian, korban diduga sengaja menjatuhkan diri di atas rel, tepat sebelum kereta melintas.
Jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangsel untuk keperluan identifikasi dan pemeriksaan. Polisi pun melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
Curhatan terakhir AP di media sosial pun menjadi sorotan. Siswi yang tewas tertabrak KRL di Jurangmangu sempat menulis 2 rencananya, yakni rencana A dan rencana B.
Tulisan tersebut ia bagikan melalui status WhatsApp sebelum peristiwa nahas terjadi. Rencana A berisi tentang rencananya setelah lulus dari SMA.
Ia menuliskan bahwa setelah lulus, ia akan menjadi scripwriter, keluar dari rumah dan mencari pertolongan yang dibutuhkan. Tulisan ini pun menimbulkan tanda tanya bagi banyak orang.
Rencana A:
Lulus sekolah menengah atasMenjadi scriptwriter, keluar dari rumah, dan mencari pertolongan yang dibutuhkan.
Lalu, AP juga menuliskan tentang rencana B yang hanya berisi foto kereta yang sedang melintas.
Rencana B:
(gambar kereta)
Tak kalah mengejutkan, di kedua status tersebut, AP juga menuliskan bahwa dirinya berharap tak pernah dilahirkan.
"Aku berharap aku tidak pernah dilahirkan," tulisnya dalam bahasa Inggris.
Permintaan Maaf
Tak hanya menuliskan dua rencana tersebut, di status media sosial hari terakhirnya, korban juga menuliskan permintaan maaf yang janggal. Ia meminta maaf jika perjalanan kereta akan terganggu.
“Tengah percobaan, maaf kalau perjalanan kereta anda terlambat,” tulisnya di status WA dengan gambar kartun tertawa.
Tulisan-tulisan dari siswi yang tewas tertabrak KRL di Jurangmangu ini pun menimbulkan tanda tanya besar. Padahal dari rekaman CCTV sebelum kejadian, siswi itu terlihat sempat bercanda dengan teman-temannya di peron Stasiun KRL Jurangmangu.
Sosok AP
Menurut salah satu keluarga korban, Halimah (bukan nama sebenarnya), AP merupakan sosok yang sangat ramah. Korban juga diketahui tidak memiliki masalah keluarga.
"Kalau setiap kali ketemu itu ramah banget. Ramah banget kalau sama saudaranya," ujar Halimah di rumah duka, dikutip dari Wartakota.
Selain itu, teman-teman AP juga mengaku terkejut dengan peristiwa ini lantaran sebelumnya AP terlihat baik-baik saja.
"Tadi tanya temen-temennya, tujuh orang kan, tujuh yang temen-temen ininya. Makanya mereka juga kaget, orang baik-baik aja," kata Halimah.
Bahkan pada akhir pekan lalu, AP juga sempat pergi berjalan-jalan dengan teman-temannya tersebut.
"Orang baik-baik aja. Kemarin jalan-jalan juga. Hari Sabtu atau Minggu, apa Minggu yang lalu gitu jalan-jalan," lanjutnya.
Lebih lanjut, Halimah juga memastikan bahwa AP tidak kekurangan kasih sayang di dalam keluarga. Ia menyebut AP sebagai sosok yang disayang keluarga sejak kecil.
"Kalau misalnya masalah keluarga itu nggak ada. Beban-beban nggak ada, itu dikasih sayangnya banyak banget. Disayang dan sangat diperhatikan," jelasnya.
Halimah juga menegaskan bahwa keluarga memilih untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab tewasnya siswi SMK tersebut. Mereka pun menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan fakta kepada pihak berwenang dan meminta publik untuk tetap menghormati privasi keluarga di tengah suasana duka.
Pihak Sekolah Tegaskan Tak Ada Bully
Terkait siswi yang tewas tertabrak KRL di Jurangmangu, pihak sekolah menegaskan bahwa AP bukanlah korban perundungan atau bullying. Hal ini diungkap oleh salah satu pengurus sekolah berinisial I.
"Insya Allah saya pastikan tidak pernah ada (masalah), mau itu bullying, mau itu tugas-tugas dan lainnya. Karena baru kelas X juga, anak-anak masih diberikan kenyamanan untuk beradaptasi di lingkungan sekolah," ujar I saat ditemui di sekolah korban, dikutip dari Kompas.com, Rabu (12/8/2026).
I juga menyebut bahwa siswi yang mengambil jurusan Broadcast itu merupakan sosok yang hangat, memiliki etika yang baik dan mudah bergaul.
"Almarhumah itu pribadi yang hangat, beretika baik, dan mudah beradaptasi," jelasnya.
Setelah mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), AP bahkan sempat menulis surat secara pribadi kepada salah satu gurunya. Di dalam tulisan tangannya, AP menyampaikan rasa terima kasihnya dan doa kepada sang guru.
Lebih lanjut, setelah terjadinya insiden yang menewaskan salah satu siswinya ini, pihak sekolah memberikan pendampingan dan penguatan kepada seluruh siswa, terlebih teman-teman seangkatan korban.
"Hari ini kemungkinan setelah pulang sekolah, nanti kita ada memberikan penguatan kepada anak-anak. Karena kan ini kaitannya dengan Gen Z ya, yang memang cara penyampaiannya, kemudian memberikan motivasi itu penting banget. Nanti ada penguatan dari kepala kekolah dan juga wakil kepala sekolah," tutur I.
Dikabarkan sebelumnya, insiden siswi yang tewas tertabrak KRL di Jurangmangu terjadi pada Minggu (10/8/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Korban diduga melompat ke area jalur kereta hingga tertabrak Commuter Line relasi Tanah Abang menuju sejumlah stasiun di wilayah Rangkasbitung.
Setelah kejadian, Petugas Pengamanan Dalam (PKD) Stasiun Jurangmangu langsung menuju ke lokasi dan melakukan pengamanan. Sementara itu polisi tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 17.30 WIB.
Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan dan proses identifikasi.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq bersama Tim Identifikasi Polres Tangerang Selatan menegaskan pihaknya tak ingin berspekulasi mengenai insiden ini karena proses penyelidikan masih berjalan. Petugas masih mendalami kasus ini dengan bukti-bukti yang ada serta korelasi dengan keterangan para saksi.
"Dugaan sementara tidak bisa berandai-andai. Kita lakukan proses penyelidikan secara ilmiah yang bisa mengetahui penyebabnya, hasil korelasi keterangan para saksi, serta bukti petunjuk yang ada," jelas Bambang. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)