Danantara: Listrik PSEL Yogyakarta Diproyeksikan Layani 15 Ribu Rumah

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Yogyakarta: Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyebut energi listrik yang dihasilkan dari konstruksi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) nantinya mampu mengaliri listrik sekitar 15 ribu rumah di daerah ini.

Direktur Investasi Danantara Fadli Rahman usai audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, untuk operasional PSEL di Yogyakarta tersebut nantinya minimal harus disuplai seribu ton sampah per hari dari Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta.

"Rata-rata memang seribu ton sampah itu setara dengan 18 sampai 20 megawatt, tergantung dari desain itu sendiri. Jadi listrik yang dihasilkan bisa melistriki sekitar 15 ribu rumah di kawasan Yogyakarta," katanya dikutip dari Antara, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut dia, energi listrik yang dihasilkan dari instalasi tersebut akan dibeli dan dikelola PLN sebelum didistribusikan ke rumah rumah, sehingga nantinya akan ada perjanjian atau penandatanganan kerja sama antara pemerintah dengan PLN tersebut.

Baca Juga :

Mengenal Danantara CX100, Program untuk Ukur Kualitas Layanan BUMN

(Ilustrasi. Foto: Dok MI) PSEL Yogyakarta dibangun awal 2027 Ia mengatakan, langkah tersebut seperti yang dilakukan pemerintah bersama PLN untuk mengelola energi listrik dari PSEL yang telah beroperasi di daerah lain. Sementara di Yogyakarta ditargetkan pembangunan awal 2027 dan selesai pada 2028.

"Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, listrik PSEL akan dibeli oleh PLN sebesar 20 sen dolar AS per kWh, yang ini akan mencakup kerja sama selama 30 tahun. Listrik yang akan dicapai secara konsisten 18 sampai 20 megawatt per hari," katanya pula.

Dengan demikian, kata dia lagi, listrik yang dihasilkan dari PSEL akan dibayar langsung oleh PLN. Sementara pemerintah daerah tidak mengeluarkan biaya untuk listrik, melainkan biaya untuk memasok sampah, atau operasional volume sampah.

"Ada beberapa potensi penambahan pendapatan untuk daerah termasuk dari sisi pajak dari sisi lapangan pekerjaan, dan dari sisi abu bawah yang nanti produk selain listrik yang bisa dikerjasamakan dengan pengusaha lokal," kata dia.

Menurut dia, proyek PSEL Yogyakarta di dekat bekas Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul tersebut dibangun pada lahan seluas 5,7 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp2,5 triliun sampai Rp3 triliun.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ajak Semua Pihak Mendukung Program 3 Juta Rumah, Ketum LOGIS 08: Prabowo Hadir Menjawab Kebutuhan Primer Rakyat
• 18 jam lalu
0
thumb
Ramai Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project Ancol, EO dan MC Dimintai Klarifikasi
• 16 jam lalu
0
thumb
Pengungsi Konflik di Papua Tengah Lebih dari 5.000 Jiwa, Komnas HAM Dorong Kolaborasi Penanganan
• 23 jam lalu
0
thumb
Kemhan China: PLA dan TNI AL Gelar Latihan Gabungan di Dekat Taiwan
• 1 jam lalu
0
thumb
Perayaan HUT ke-81 RI Jadi Momentum Menghidupkan Kembali Budaya, Wastra, Kuliner dan UMKM Daerah
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.