Bogota: Korban tewas akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia bertambah menjadi sedikitnya 234 orang. Sebanyak 1.310 orang lainnya dilaporkan terluka dan 153 bangunan runtuh di sejumlah kota terdampak.
Menurut laporan Asosiasi Ibu Kota Kolombia (Asocapitales), Kota Cali mencatat jumlah korban tewas tertinggi dengan 95 orang, disusul Pereira sebanyak 90 orang. Korban jiwa juga dilaporkan di Quibdo dan Manizales.
Di Cali, 86 orang telah berhasil diselamatkan dari reruntuhan. Otoritas setempat sebelumnya mencatat 239 orang terjebak, 949 terluka, serta 45 bangunan mengalami keruntuhan sebagian maupun seluruhnya.
Baca Juga :
Gempa Magnitudo 7,4 di Kolombia Rusak 5.000 Rumah dan 24 Fasilitas KesehatanMengutip Anadolu, Rabu, 12 Agustus 2026, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di wilayah yang terdampak gempa bumi paling parah. Tim khusus dari sejumlah kota telah dikerahkan ke Cali untuk memperkuat upaya penyelamatan dan penilaian kerusakan.
Asocapitales mengingatkan warga untuk tidak memasuki bangunan yang terlihat rusak sebelum dinyatakan aman secara struktural oleh petugas.
Pemerintah Kolombia telah menetapkan status bencana nasional untuk memperkuat mobilisasi dan koordinasi penanganan darurat. Menteri Keuangan Miguel Gomez juga mengatakan pemerintah berencana menetapkan status darurat ekonomi untuk mempercepat proses pemulihan.
Sejumlah bandara yang sebelumnya ditutup akibat gempa, termasuk di Cali, Quibdo, dan Armenia, kini kembali beroperasi. Bandara Pereira, Buenaventura, Cartago, dan Manizales juga telah dinyatakan siap digunakan untuk penerbangan kemanusiaan dan pemerintah, meski penerbangan komersial masih dibatasi.
Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella mengunjungi Pereira untuk meninjau penanganan bencana dan dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Manizales.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat Kolombia dan mengatakan, PBB berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mendukung penanganan bencana.





Komentar (0)