JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menawarkan 40 Barang Milik Daerah (BMD) potensial kepada investor dan mitra strategis.
Total estimasi investasi awal aset-aset tersebut mencapai sekitar Rp 22,37 triliun.
Penawaran disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Pramono Anung dalam Jakarta Asset Forum & Expo (JAFEX) 2026 di The St. Regis Jakarta, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Agustus 2026.
BACA JUGA:Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 12 Agustus 2026, Cek Lokasi Terdekat!!
Event ini mempertemukan pemerintah daerah dengan investor, dunia usaha, lembaga keuangan, serta mitra pembangunan.
Tujuannya selain memperkenalkan aset, juga mencari bentuk kerja sama yang bisa menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus mendukung kepentingan publik.
“Hari ini kami menyelenggarakan JAFEX 2026 untuk mempertemukan potensi aset Jakarta dengan mitra strategis. Aset daerah harus dikelola secara optimal agar tidak sekadar tercatat, tetapi memberi manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Gubernur Pramono saat membuka forum.
Ke 40 BMD yang ditawarkan Pemprov DKI Jakarta, memiliki peluang pengembangan yang beragam.
BACA JUGA:Pramono Kecam Dugaan Penistaan Agama di Sounds Project Ancol: Nodai Kehidupan Beragama
Aset tersebut dapat diarahkan untuk pengembangan kawasan transit oriented development (TOD), waterfront dan riverfront, kawasan mixed-use, fasilitas olahraga dan rekreasi, ruang komersial serta kreatif, hingga media luar ruang.
Diharapkan aset pemerintah tidak berhenti sebagai tanah atau bangunan yang dikelola secara konvensional.
“Ada 40 BMD potensial yang dipromosikan dengan asumsi nilai investasi sekitar Rp22,37 triliun. Ini merupakan estimasi awal untuk studi kelayakan, sehingga nilai aktual masih perlu dikaji melalui studi teknis, desain, spesifikasi bangunan, dan perhitungan biaya,” ungkap Gubernur Pramono.
Pemprov DKI juga memiliki target meningkatkan penerimaan dari pemanfaatan aset.
Pada 2026, Badan Pengelolaan Aset Daerah DKI menargetkan kontribusi pendapatan dari pemanfaatan aset meningkat dari sekitar Rp805 miliar menjadi Rp1 triliun.
BACA JUGA:Pemprov DKI Tindak Tegas TPS Liar di Cilincing, Penyedia Jasa Disanksi Rp10 Juta
- 1
- 2
- 3
- 4
- »
- Last






Komentar (0)