HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Program Studi Magister Pendidikan Jasmani (S2) Universitas Megarezky memperkuat mutu akademik melalui Lokakarya Penyusunan Kurikulum yang digelar 10-11 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian strategis dalam penyempurnaan kurikulum agar selaras dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan dunia pendidikan, tuntutan profesi, serta dinamika bidang pendidikan jasmani.
Lokakarya dikoordinasikan Ketua Program Studi Magister Pendidikan Jasmani, Dr. Kurnia Rusli, S.Pd., M.Pd. Kegiatan menghadirkan Prof. Caly Setiawan, Ph.D. sebagai narasumber.
Prof. Caly merupakan Guru Besar bidang Pedagogi Olahraga pada Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ia juga menjabat Kabid Kurikulum dan Pembelajaran Asosiasi Pendidikan Jasmani Indonesia (ASPENJI).
Dalam lokakarya tersebut, Prof. Caly memberikan penguatan terkait pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan tersebut menekankan keterkaitan antara profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur kurikulum, proses pembelajaran, hingga sistem asesmen.
Pengembangan kurikulum berbasis OBE dinilai penting untuk memastikan proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada materi yang diberikan, tetapi juga pada kompetensi dan capaian yang harus dimiliki lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
Lokakarya turut melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan. Di antaranya dosen, alumni, mahasiswa, pengguna lulusan, praktisi, serta unsur terkait lainnya.
Keterlibatan stakeholder menjadi bagian penting dalam penyusunan kurikulum. Sebab, kurikulum tidak hanya disusun berdasarkan perspektif internal program studi, tetapi juga perlu mengakomodasi kebutuhan pengguna lulusan dan perkembangan lingkungan eksternal.
Melalui diskusi dan pertukaran gagasan, peserta memberikan berbagai masukan terkait profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur kurikulum, bahan kajian, proses pembelajaran, hingga sistem asesmen.
Masukan dari berbagai pihak tersebut diharapkan dapat menghasilkan kurikulum yang mampu menjembatani kebutuhan akademik dengan kebutuhan profesional di lapangan.
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Jasmani, Dr. Kurnia Rusli, mengatakan proses penyusunan kurikulum menjadi momentum penting untuk memastikan arah pendidikan program studi tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan profesi.
Lokakarya tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan dokumen kurikulum. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang kolaboratif untuk mempertemukan pengalaman dosen, perspektif alumni, kebutuhan pengguna lulusan, serta perkembangan keilmuan dan profesi pendidikan jasmani.
Melalui proses tersebut, Program Studi Magister Pendidikan Jasmani Universitas Megarezky diarahkan untuk terus berkembang menjadi program studi yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan.
Kurikulum yang disusun juga diharapkan mampu mendukung lahirnya lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan profesional, serta mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dalam lingkungan pendidikan global.






Komentar (0)