Jabodetabek masih menjadi salah satu pusat pengembangan properti Indonesia, ditopang kegiatan ekonomi, jumlah penduduk, transportasi, dan fasilitas yang relatif lengkap.
BPS mencatat Pulau Jawa menyumbang 56,68 persen perekonomian nasional pada triwulan III 2025. Tak heran jika pengembangan hunian banyak terkonsentrasi di Jakarta dan sekitarnya.
Namun, peta hunian kini mulai meluas. Pertumbuhan kawasan industri, pariwisata, pendidikan, dan pusat ekonomi baru turut menciptakan kebutuhan rumah di berbagai kota. Berikut tujuh faktanya.
1. Pusat pertumbuhan tidak hanya berada di JabodetabekKawasan industri, pusat perdagangan, perguruan tinggi, dan destinasi wisata berkembang di berbagai daerah. Selain menciptakan lapangan kerja, pertumbuhan ini melahirkan kebutuhan hunian baru yang mulai dilirik pengembang.
2. Pasar rumah bergerak di berbagai kotaSurvei Bank Indonesia menunjukkan aktivitas pasar rumah primer juga tumbuh di luar Pulau Jawa. Pada triwulan II 2026, harga rumah di Pekanbaru tumbuh 3,23 persen secara tahunan, Banjarmasin 1,29 persen, dan Balikpapan 1,19 persen.
3. Setiap kota menawarkan karakter berbedaKota industri, pendidikan, dan pariwisata memiliki kebutuhan hunian yang berbeda. Ada keluarga yang mengutamakan kedekatan dengan tempat kerja, sementara lainnya mempertimbangkan sekolah, fasilitas kesehatan, atau transportasi umum.
Artinya, rumah yang tepat tidak selalu berada di kota terbesar, tetapi di kota yang paling sesuai dengan kebutuhan dan rencana keluarga.
4. Kota di luar Jabodetabek bisa menjadi pilihan realistisHarga rumah di pusat kota sering kali sulit dijangkau keluarga muda. Kota lapis kedua, kawasan penyangga, dan pusat ekonomi baru dapat menawarkan pilihan yang lebih sesuai kemampuan.
Namun, jangan hanya melihat harga. Pertimbangkan pula waktu perjalanan, biaya transportasi, akses jalan, serta ketersediaan listrik, air, internet, sekolah, dan layanan kesehatan.
5. Konektivitas membuat kawasan baru semakin menarikAkses jalan, transportasi, dan fasilitas publik dapat mengubah lokasi yang sebelumnya dianggap jauh menjadi pilihan hunian. Perkembangan infrastruktur juga mendorong munculnya koridor perumahan baru dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan pusat kota.
6. Keluarga muda punya lebih banyak pilihanMeluasnya peta hunian membuat keluarga muda lebih leluasa memilih: tinggal dekat tempat kerja, membesarkan anak di lingkungan yang lebih tenang, atau tetap dekat dengan keluarga besar.
Kota yang sedang berkembang dapat menawarkan peluang ekonomi, fasilitas yang semakin lengkap, dan biaya hidup yang lebih terkendali.
7. Pengembang BUMN ikut memperluas pilihanPortofolio pengembang BUMN kini semakin tersebar. Melalui kolaborasi, pilihan hunian dari berbagai daerah dapat dihadirkan dalam satu platform agar lebih mudah dijangkau dan dibandingkan masyarakat.
Danantara Housing Expo 2026 akan menghadirkan lebih dari 15.000 unit hunian di 96 lokasi yang tersebar di 17 provinsi. Pameran ini berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di NICE, PIK 2.
Selain melihat pilihan hunian dari berbagai daerah, masyarakat dapat berkonsultasi dengan pengembang dan mempelajari alternatif pembiayaan dari bank-bank Himbara.
Jabodetabek masih menjadi magnet properti Indonesia, tetapi bukan lagi satu-satunya pilihan. Ketika ekonomi dan infrastruktur tumbuh di berbagai wilayah, keluarga muda memiliki lebih banyak kesempatan menemukan rumah yang sesuai dengan pekerjaan, kemampuan finansial, dan rencana masa depan.






Komentar (0)