REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Surat kabar The Washington Post melaporkan bahwa ancaman Iran untuk membunuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendorong dilakukannya sebuah operasi luar biasa pada bulan lalu.
Dalam operasi tersebut, Trump diam-diam meninggalkan Turki menggunakan pesawat militer pengganti, sementara Gedung Putih mengumumkan bahwa ia berada di dalam pesawat kepresidenan resmi.
Baca Juga
Ayat Kursi Jika Dibedah Ternyata Terdiri dari 10 Kalimat Penuh Makna, Berikut Penjelasannya
Jika Perang dengan Iran Meletus Lagi, Apakah AS Mampu Bertahan? Ini Kata Analis
6 Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT, Sebagian Besar Banyak Dijumpai Saat Ini
Berdasarkan dokumen yang diperoleh The Washington Post, serta keterangan seorang pejabat dan sumber lain yang mengetahui persoalan tersebut, misi rahasia itu belum pernah diungkap sebelumnya.
Operasi tersebut bahkan dilakukan tanpa diketahui sejumlah wartawan dan sebagian staf Gedung Putih yang mengira mereka berada di pesawat yang sama dengan Sang Presiden.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menyatakan bahwa Trump meninggalkan Turki pada 8 Juli lalu menggunakan pesawat kepresidenan lama.
Sebelumnya, Trump sendiri mengumumkan melalui media sosial bahwa ia akan menggunakan "pesawat kepresidenan lama" atau "Air Force One", bukan pesawat kepresidenan baru yang membawanya ke Turki.
Di Ankara, Trump naik ke pesawat kepresidenan lama berjenis jumbo di hadapan kamera televisi. Namun, menurut pejabat Amerika Serikat tersebut dan sejumlah materi pendukung, beberapa menit kemudian Trump diam-diam dipindahkan ke pesawat yang lebih kecil, yakni pesawat militer C-32A, melalui sebuah truk katering yang biasanya digunakan untuk mengangkut makanan ke pesawat sebelum lepas landas.
Pejabat tersebut menjelaskan bahwa langkah itu menjadikan pesawat kepresidenan yang lama sebagai pesawat "umpan". Para wartawan dan sejumlah staf Gedung Putih naik ke pesawat tersebut, sementara Trump sebenarnya telah dipindahkan ke pesawat lain.
Komentar (0)