Eks Tukang Piscok Pocin Cari Target Mutilasi Lewat Aplikasi Hornet, Korban Dipilih karena Foto Naik Honda PCX

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Depok, VIVA – Polisi mengungkap sisi lain di balik pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Cipayung, Depok. Tersangka Saepul alias Saepullah (26) diduga lebih dulu mencari calon korban melalui aplikasi Hornet sebelum peristiwa berdarah terjadi.

Saepul disebut melakukan patroli siber untuk mencari orang yang bisa dijadikan target. Dari aktivitas tersebut, perhatian Saepul kemudian tertuju kepada Kunaefi.

Baca Juga :
Korban Tewas Gempa Kolombia Jadi 224 Orang
Saepul Si Eks Tukang Piscok Pocin Peragakan 51 Adegan Mutilasi, Ternyata Idap HIV

"Pelaku ini adalah orang yang pertama kali memulai mencari korban, yaitu menggunakan aplikasi Hornet," tutur Kepala Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Dimitri Mahendara, dikutip Rabu, 12 Agustus 2026.

Profil Kunaefi disebut menarik perhatian Saepul karena korban terlihat berfoto bersama sepeda motor Honda PCX. Dari sana, komunikasi antara keduanya terjalin hingga korban akhirnya datang ke kontrakan Saepul.

"Awalnya itu untuk berniat mencari atau mencuri, dengan cara melakukan patroli siber melalui aplikasi yang tadi saya sebutkan. Kemudian dapatlah korban sebagai korban, sebagai target, kemudian melakukan komunikasi di situ," kata dia.

Namun, pertemuan tersebut justru berubah menjadi petaka. Polisi menyebut Saepul telah menyiapkan pisau dapur sebelum korban datang.

Begitu Kunaefi berada di kontrakan, muncul niat Saepul untuk melakukan pembunuhan. Korban kemudian ditusuk menggunakan pisau tersebut.

"Kemudian dilakukan sudah disiapkan pisau dapur sebelumnya dibawa, dan dilakukan penusukan terhadap korban," kata dia.

Setelah Kunaefi tidak berdaya, eks tukang goreng pisang cokelat (piscok) di kawasan Stasiun Pondok Cina (Pocin) itu kemudian melakukan mutilasi. Potongan tubuh korban selanjutnya dibuang di sejumlah lokasi.

"Pelaku secara spontan dengan melakukan pemotongan bagian-bagian tubuh dari badan korban dan dibuang," kata dia lagi.

Sebelumnya, polisi mengungkap Saepul diduga membunuh pria bernama Kunaefi (51) sebelum memutilasi jasad korban untuk menghilangkan jejak.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, pelaku dan korban diketahui berkenalan melalui media sosial, kemudian sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.

Pertemuan itu diduga berujung cekcok. Pelaku kemudian menusuk perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau sebelum memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha.

Baca Juga :
Viral! Status TikTok Terakhir Diduga Milik Siswi yang Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu, Berencana Akhiri Hidup?
Pria di Jakut Tewas usai Diduga Sengaja Tabrakkan Diri ke Kereta Api
Tak Disangka! Selain Tukang Piscok, Pemutilasi Depok Pernah Jadi Guru Matematika Hingga Ikut Kompetisi Dangdut di TV

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terpopuler: Bung Towel Nilai Eliano Reijnders Tak Berguna, John Herdman Tak Paham Sepakbola ASEAN
• 9 jam lalu
0
thumb
10 Mal Terbesar di Dunia, Asia Tenggara Terbanyak?
• 10 jam lalu
0
thumb
RDPU Komisi III, Pakar Usul Nomenklatur RUU Perampasan Aset Diganti Jadi RUU Melindungi Aset
• 15 jam lalu
0
thumb
TNI AU Kaji Jalan Tol sebagai Alternatif Landasan Pesawat, Kadispenau: Tetap Utamakan Keselamatan
• 14 jam lalu
0
thumb
Harga Pernak-pernik Agustusan di Pasar Jatinegara Jaktim Mulai Rp 2.000, Ini yang Paling Laris
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.