Pemerintah secara resmi menetapkan langkah penanganan darurat dengan memfokuskan operasi pengendalian dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas. Kebijakan ini diambil menyusul eskalasi kebakaran yang meluas hingga Juni 2026, dengan total akumulasi areal terbakar di wilayah tersebut mencapai 48.486 hektare.
Enam provinsi yang menjadi fokus utama pengawasan ketat adalah Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Dari jumlah tersebut, Kalimantan Barat tercatat sebagai provinsi dengan kerusakan terluas, yakni mencapai 28.680 hektare.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menyatakan bahwa pemerintah terus merespons situasi cuaca ekstrem akibat penguatan fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal Oktober 2026.
"Upaya yang paling tepat, operasi yang paling tepat dilakukan adalah yang efektif. Operasi udara sebetulnya sangat efektif menimbulkan hujan buatan yang dilakukan oleh BNPB, itu yang paling efektif. Tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi, yaitu kita harus menemukan ada awan hujan. Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan," ujar Djamari dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Selasa, 11 Agustus 2026.
Baca Juga :
7.050 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, BPBD: 1.077 Karhutla TerjadiUntuk mengoptimalkan pemadaman, pemerintah mengerahkan 43 unit helikopter water bombing dan mengombinasikannya dengan operasi darat serta modifikasi cuaca. Djamari menekankan pentingnya pasukan darat untuk memastikan api di lahan gambut padam total, mengingat kapasitas air dari helikopter terbatas dalam memadamkan api yang menyala di bawah permukaan lahan.
Selain di enam provinsi prioritas, karhutla juga dilaporkan terjadi di beberapa kawasan konservasi. Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, sempat terdeteksi 31 titik api dan proses pemadaman masih terus dilakukan. Sementara itu, kebakaran di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Rinjani dilaporkan telah berhasil ditangani.





Komentar (0)