Lewat Program Ibu Berdaya, TP PKK Makassar Bekali UMKM Perempuan Keterampilan AI

harianfajar
13 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – TP PKK Kota Makassar membekali pelaku UMKM perempuan dengan keterampilan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung aktivitas usaha, mulai dari mencari ide konten hingga menyusun strategi pemasaran.

Pembekalan tersebut dilakukan melalui pelatihan “Ibu Berdaya: Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk UMKM Perempuan” dengan tema “Belajar AI Praktis untuk Promosi, Kreativitas, dan Pengembangan Usaha.”

Kegiatan yang merupakan program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar ini berlangsung di Auditorium Gedung TP PKK Kota Makassar, 10–14 Agustus 2026 dan ditayangkan langsung melalui YouTube TPFIPUNM.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi TP PKK Kota Makassar bersama BASAibu Wiki-Sulsel dan Lab Teknologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Dalam pelaksanaannya, setiap angkatan mendapatkan materi dan praktik langsung selama dua hari. Salah satu pemateri utama, Maenuddin Bustanil Syah, S.Pd., M.Pd., Dosen Teknologi Pendidikan, memberikan materi mengenai penyusunan prompt AI untuk meningkatkan kapasitas UMKM.

Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai konsep AI, tetapi juga diarahkan untuk mencoba menyusun perintah yang tepat agar teknologi tersebut dapat menghasilkan keluaran sesuai kebutuhan usaha.

Maenuddin menjelaskan, kemampuan menyusun prompt menjadi salah satu keterampilan penting dalam pemanfaatan AI. Dengan instruksi yang jelas dan spesifik, pelaku UMKM dapat menggunakan AI untuk membantu menyusun ide konten, membuat narasi promosi, menentukan konsep desain, mengenali target pasar, hingga mengembangkan strategi pemasaran.

Pendekatan praktik tersebut diharapkan membuat peserta lebih percaya diri menggunakan teknologi AI dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Pokja II TP PKK Kota Makassar, Dra. Andi Indrawaty, mengatakan metode praktik langsung menjadi bagian penting dalam pelatihan karena peserta dapat langsung mencoba berbagai fitur dan fungsi AI sesuai kebutuhan usaha.

“Kalau hanya diberikan materi, mungkin ibu-ibu masih bingung. Jadi kita langsung praktik. Hari ini ibu-ibu belajar, langsung pegang dan mencoba sendiri. Kita ingin yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang tadinya tidak bisa menjadi bisa,” ujarnya.

Ia menilai teknologi AI dapat membantu pelaku UMKM mengatasi berbagai pekerjaan yang selama ini membutuhkan waktu dan keterampilan khusus.

“Jangan takut dengan AI. AI ini bukan untuk menggantikan ibu-ibu dalam berusaha, tetapi membantu ibu-ibu. Misalnya mau membuat promosi, bingung menulis apa, kita bisa minta bantuan AI. Mau membuat desain, mencari ide konten, semuanya bisa kita pelajari,” jelasnya.

Kolaborasi dengan BASAibu Wiki-Sulsel dan Lab Teknologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNM turut membantu pelaku UMKM perempuan memahami dan mempraktikkan pemanfaatan AI secara langsung.

Peserta dibimbing menggunakan AI untuk mencari ide konten, menyusun prompt, membuat materi promosi, mendesain produk, hingga mengembangkan strategi pemasaran yang lebih kreatif dan efektif.

Melalui metode praktik langsung, peserta diharapkan mampu menerapkan teknologi AI dalam kegiatan usaha sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan kreativitas, kualitas promosi, dan daya saing produk UMKM. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pertalite Aman hingga Akhir Tahun, Airlangga Ungkap Kondisi Harga Minyak Indonesia
• 14 jam lalu
0
thumb
Bangkit dari Vakum, Tradisigila Rilis Album Ketiga Street Love Memories dengan Warna Musik yang Lebih Variatif
• 12 jam lalu
0
thumb
Jaksa Ungkap Yaqut Siapkan Rp 17,8 Miliar untuk Pengaruhi Pansus Haji
• 3 jam lalu
0
thumb
Bhayangkara FC Lepas Pelatih Paul Munster di Tengah Persiapan Super League 2026/2027, Apa yang Terjadi?
• 29 menit lalu
0
thumb
Sidang Kuota Haji: Gus Yaqut, Hakim, dan Jaksa Teken Pakta Integritas
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.