Ringkasan Berita
Bappeda Kota Kediri memperkuat kualitas data dan pelaporan Aksi Konvergensi sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting.
Pendampingan operator digelar selama dua hari, 11-12 Agustus 2026, untuk memastikan data intervensi stunting terisi lengkap, akurat, dan tepat waktu.
Bappeda melibatkan tim pendamping ahli dari Pemprov Jawa Timur untuk membantu operator mengatasi kendala penginputan pada sistem Aksi Bangda.
Kepala Bappeda Kota Kediri Ferry Djatmiko menyebut kelengkapan data penting untuk memantau perkembangan prevalensi stunting secara berkala.
Salah satu inovasi Kota Kediri dalam penanganan stunting adalah keberadaan dokter spesialis anak di setiap puskesmas, yang turut mengantarkan Kota Kediri meraih peringkat kedua terbaik dalam upaya penurunan stunting.
Pemkot Kediri menargetkan seluruh data capaian intervensi stunting terpenuhi 100 persen agar dapat menjadi dasar evaluasi dan kebijakan penurunan stunting.
Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus memperkuat kualitas data dan pelaporan dalam upaya mempercepat penurunan serta pencegahan stunting.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Evaluasi dan Teknis Pelaporan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Semester 1 Tahun 2026 yang digelar selama dua hari, Selasa-Rabu (11–12/8/2026), di Ruang Rapat Bappeda Kota Kediri.
Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pendampingan kepada para operator sekaligus memastikan seluruh data yang dibutuhkan dalam Aksi Bangda dapat diisi secara lengkap, akurat, dan tepat waktu.
Para operator mendapatkan pendampingan dalam proses pelaporan melalui Sistem Aplikasi dan Aksi Konvergensi Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri. Sistem tersebut digunakan untuk menginput berbagai data capaian intervensi dalam upaya penurunan stunting.
Untuk mendukung kelancaran proses penginputan, Bappeda Kota Kediri menghadirkan tim pendamping ahli dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tim tersebut membantu para operator mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan kendala yang muncul selama proses penginputan data.
Kepala Bappeda Kota Kediri, Ferry Djatmiko, mengatakan Bappeda memiliki peran penting dalam mengawal dan mengontrol data yang berasal dari seluruh pelaksana di lapangan. Data tersebut mencakup laporan dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, puskesmas, hingga kader Penyuluh Keluarga Berencana.
“Kami selalu mengadakan rapat koordinasi untuk pengisian Aksi Bangda. Kelengkapan data tersebut penting untuk melihat perkembangan prevalensi stunting di Kota Kediri secara berkala,” terangnya.
Menurut Ferry, penguatan koordinasi dan pelaporan menjadi bagian penting dalam memastikan program intervensi stunting berjalan sesuai target. Data yang terkumpul juga menjadi dasar untuk melihat perkembangan capaian sekaligus menentukan langkah yang perlu dilakukan pemerintah.
Selain memperkuat sistem pelaporan, Kota Kediri juga terus mengembangkan inovasi dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Salah satunya melalui keberadaan dokter spesialis anak di setiap puskesmas.
Inovasi tersebut turut memberikan kontribusi terhadap capaian Kota Kediri yang berhasil meraih peringkat terbaik kedua dalam upaya penurunan stunting.
Ferry menilai keberhasilan penanganan stunting membutuhkan data yang akurat serta kolaborasi lintas sektor. Karena itu, setiap unsur yang terlibat diharapkan dapat menjalankan perannya sekaligus memastikan data yang disampaikan benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan.
Melalui kegiatan pendampingan tersebut, Bappeda menargetkan seluruh data capaian intervensi stunting dapat terpenuhi secara maksimal. Kelengkapan data diharapkan tidak hanya membantu proses pelaporan, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi kebijakan.
“Melalui pendampingan ini, semoga seluruh data capaian intervensi stunting dapat terpenuhi 100 persen, sehingga dapat mendukung laporan penurunan stunting dan membantu kita terus menekan angka prevalensi stunting, baik di bawah target nasional maupun provinsi,” tutupnya.
Dengan penguatan kualitas data dan koordinasi antarinstansi, Pemkot Kediri berharap upaya penurunan stunting dapat dilakukan secara lebih terukur. Data yang lengkap menjadi dasar penting agar intervensi pemerintah dapat diarahkan kepada kelompok dan wilayah yang membutuhkan, sekaligus menjaga capaian penurunan stunting Kota Kediri secara berkelanjutan. [nm/aje]





Komentar (0)