Ziarah ke Makam Bung Karno, Ono Surono Ingatkan Kader PDIP Jabar soal Politik Kerakyatan

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengajak seluruh kader partainya kembali meneladani perjuangan Bung Karno, terutama dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa dan kepentingan rakyat.

Pesan itu disampaikan Ono saat memimpin jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat berziarah ke makam Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Blitar, Jawa Timur,  hari ini Selasa (11/8/2026).

BACA JUGA: Sudah Marah-Marah Soal Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung, Farhan Batal Segel SixNine Padel

Ziarah tersebut turut dihadiri Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, Sekretaris Fraksi Tom Maskun, serta sejumlah anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jabar.

Ono mengatakan, ziarah ke makam Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Jambret Ponsel Wisatawan di Lengkong Besar Bandung

Bagi kader PDI Perjuangan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali merefleksikan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno.

"Ziarah ke makam Bung Karno ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan belum selesai. Nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno harus terus kita hidupkan dalam kerja nyata, terutama keberpihakan kepada rakyat," ujar Ono dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com.

BACA JUGA: Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok, Pelaku Peragakan 51 Adegan dari Mencari Korban hingga Pembuangan

Menurutnya, Bung Karno telah meletakkan gagasan besar mengenai Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari dalam bidang ekonomi, serta memiliki kepribadian dalam kebudayaan.

Nilai-nilai tersebut, kata Ono, masih relevan untuk menjadi pijakan perjuangan politik di tengah berbagai persoalan yang dihadapi bangsa saat ini.

Karena itu, dia meminta kader PDI Perjuangan Jawa Barat tidak memandang politik hanya sebagai upaya meraih kekuasaan.

"Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi alat untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

Ono menilai, semangat Trisakti yang digagas Bung Karno harus terus dihidupkan melalui kerja-kerja nyata di tengah masyarakat.

Dia menyebut kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan merupakan prinsip yang penting untuk menghadapi tantangan bangsa ke depan.

"Semangat Trisakti harus terus kita perjuangkan. Indonesia harus berdaulat, tidak boleh kehilangan kemandirian ekonomi, dan jangan sampai kehilangan jati diri serta kepribadian sebagai bangsa," katanya.

Ono juga menyinggung sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan bangsa, mulai dari ekonomi, ketimpangan sosial, ketahanan pangan, kedaulatan sumber daya alam hingga masa depan generasi muda.

Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan keberpihakan politik yang jelas.

Dalam kondisi tersebut, kader PDI Perjuangan, lanjut Ono, harus mampu hadir sebagai bagian dari solusi dan tidak mengambil jarak dari masyarakat.

"Kalau kita bicara Bung Karno, maka kita bicara tentang keberpihakan kepada rakyat kecil, kepada kaum Marhaen. Karena itu kader partai harus turun, harus mendengar dan harus bekerja bersama rakyat," tuturnya.

Dia menegaskan semangat Marhaenisme tidak cukup hanya dibicarakan dalam forum internal partai. Nilai tersebut harus diterjemahkan melalui kerja politik sehari-hari.

Kader, kata Ono, tidak boleh hanya hadir ketika momentum politik berlangsung.

Mereka harus konsisten berada di tengah masyarakat, mendengarkan persoalan yang dihadapi rakyat, sekaligus ikut memperjuangkan kebutuhan mereka.

"Jangan hanya hadir ketika ada momentum politik. Kader harus terus berada di tengah rakyat, mendengar dan bekerja bersama rakyat," ujarnya.

Selain keberpihakan kepada rakyat, Ono juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat gotong royong sebagai bagian dari karakter perjuangan PDI Perjuangan.

Menurutnya, gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Kita tidak boleh kehilangan semangat gotong royong. Kekuatan partai ada bersama rakyat. Karena itu, kader harus terus membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat dan bekerja bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada," kata Ono.

Ono berharap, momentum ziarah ke makam Bung Karno dapat memperkuat soliditas jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Jawa Barat.

Lebih dari itu, dia ingin ziarah tersebut menjadi ruang refleksi bagi seluruh kader untuk kembali memahami tujuan perjuangan politik, yakni meneruskan cita-cita Proklamasi dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ono pun mengajak seluruh kader untuk menjaga api perjuangan Bung Karno dan meneruskannya kepada generasi berikutnya.

"Jangan hanya kita kenang Bung Karno, tetapi kita harus meneruskan perjuangannya. Api perjuangan itu harus terus menyala dari generasi ke generasi. PDI Perjuangan harus tetap menjadi partai yang bersama rakyat, memperjuangkan rakyat dan bekerja untuk rakyat," pungkasnya. (mar5/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ridwan Abdul Malik


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ekoregion Sunda Dorong Keadilan Fiskal Daerah
• 23 jam lalu
0
thumb
Lowongan Kerja LG Electronics Agustus 2026, Cek Posisi dan Syaratnya
• 16 jam lalu
0
thumb
Terungkap Awal Mula Ratusan Senjata Tersembunyi di Sekolah Jaksel
• 8 jam lalu
0
thumb
Ni Kadek Susantiani, Hakim Ketua yang Pimpin Sidang Gus Yaqut
• 10 jam lalu
0
thumb
Makam Mertua Mendiang Seniman Djaduk di Yogya Dirusak, Pelakunya Juru Kunci
• 7 menit lalu
0
Berhasil disimpan.