HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA — Meski Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres 2029 masih sekitar tiga tahun lagi, aroma pertarungan politik mulai terasa di sejumlah daerah.
Sejumlah nama mulai mencuat dan disebut-sebut berpotensi maju dalam kontestasi politik mendatang, mulai dari calon presiden, DPR RI, DPD RI, hingga calon kepala daerah.
Dinamika politik tersebut juga mulai terasa di Sulawesi Selatan.
Sejumlah figur mulai diperbincangkan dan diperkenalkan kepada publik sebagai sosok yang dinilai memiliki kapasitas untuk ikut dalam kontestasi politik 2029.
Salah satu nama yang mulai mendapat dorongan dari masyarakat adalah Benyamin Patondok.
Tokoh yang dikenal memiliki latar belakang aktivis, entrepreneur, dan pengusaha ini dinilai layak untuk maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan pada Pemilu 2029.
Dorongan tersebut datang dari sejumlah kalangan masyarakat, khususnya generasi muda dan aktivis yang menilai Benyamin Patondok memiliki pengalaman serta rekam jejak yang cukup untuk berkiprah di tingkat nasional.
Benyamin Patondok saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI).
Di organisasi tersebut, Benyamin Patondok mendampingi Maruarar Sirait yang menjabat sebagai Ketua Umum DPP PIKI.
Selain aktif dalam organisasi, ia juga dikenal sebagai entrepreneur dan pengusaha.
Sebelumnya, Benyamin Patondok merupakan aktivis, khususnya dalam lingkungan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Makassar.
Salah satu dorongan datang dari anak muda, Yeheskiel Arung Mangea.
Mangea menilai sosok dan figur Benyamin Patondok sangat layak didorong untuk maju sebagai calon anggota DPD RI dari Sulawesi Selatan.
Menurut Mangea, Benyamin Patondok memiliki pengalaman yang cukup luas, baik di kalangan aktivis maupun dalam dunia entrepreneur dan usaha.
“Saya melihat pengalaman beliau menjadi modal penting untuk menjalankan peran sebagai representasi masyarakat Sulawesi Selatan di tingkat nasional,” ucapnya, Selasa pagi, 11 Agustus 2026, via telepon.
Pandangan serupa juga datang dari tokoh muda Toraja, Daming Sampe Suso, yang saat ini menjabat sebagai Ketua KNPI Tana Toraja.
Daming mengatakan, sosok Benyamin Patondok bukanlah figur yang asing bagi kalangan aktivis muda.
“Bagi kami adik-adiknya yang menjadi aktivis, sosok Benyamin Patondok ini tidak asing. Kami mengenalnya dengan sapaan Bung Bento. Kiprah dan pengalamannya sudah tidak diragukan lagi,” kata Daming.
Daming juga menyoroti posisi Benyamin Patondok saat ini di tingkat nasional.
Menurutnya, Benyamin Patondok bukan hanya memiliki pengalaman sebagai aktivis dan pengusaha, tetapi juga dipercaya menduduki posisi strategis dalam organisasi nasional.
“Bagaimanapun, Bung Bento ini adalah Sekjen DPP PIKI. PIKI sendiri dipimpin oleh Maruarar Sirait sebagai Ketua Umum, dan Sekjen PIKI adalah Benyamin Patondok,” ujar Daming.
Menurut Daming, posisi tersebut menunjukkan bahwa Benyamin Patondok memiliki pengalaman dalam mengelola organisasi dan membangun komunikasi di tingkat nasional.
Hal itu, menurutnya, menjadi salah satu alasan mengapa Benyamin Patondok layak dipertimbangkan apabila ada dorongan masyarakat untuk maju sebagai calon DPD RI dari Sulawesi Selatan.
“Kalau ada yang mendorong, bagi saya dia sangat layak. Tinggal pertanyaan bagi saya, apakah Kanda Benyamin Patondok yang akrab disapa Bung Bento mau menjadi calon DPD pada 2029,” katanya.
Daming menilai, apabila Benyamin Patondok bersedia maju, kehadirannya dalam kontestasi DPD RI akan menjadi sesuatu yang positif, bukan hanya bagi masyarakat Toraja, tetapi juga bagi Sulawesi Selatan dan Indonesia.
“Kalau beliau bersedia, saya rasa itu sangat bagus. Bagus bagi Sulawesi Selatan, bagus bagi bangsa dan negara.” kata Daming.
Meski demikian, dorongan terhadap Benyamin Patondok tersebut sejauh ini masih berupa aspirasi dari masyarakat dan sejumlah kalangan muda.
Belum ada pernyataan resmi dari Benyamin Patondok mengenai keputusan untuk maju sebagai calon anggota DPD RI pada Pemilu 2029.
Munculnya nama Benyamin Patondok menjadi salah satu dinamika awal menjelang kontestasi politik 2029.
Di tengah mulai bermunculannya sejumlah nama yang diperbincangkan publik, masyarakat pun mulai menyuarakan figur-figur yang dinilai memiliki pengalaman, kapasitas, dan jaringan untuk mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional. (edy)






Komentar (0)