Pantau - Turkiye menerima hampir 245.000 wisatawan asal China pada paruh pertama 2026 dan menjadikan negara tersebut sebagai pasar pariwisata dengan pertumbuhan tercepat bagi Turkiye.
Data Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turkiye menunjukkan jumlah pengunjung dari China meningkat 28,05 persen secara tahunan dalam enam bulan pertama tahun ini.
"Peningkatan 28,05 persen ini merupakan tingkat pertumbuhan tertinggi di antara pasar pariwisata Turkiye pada H1 tahun ini, menjadikan China sebagai pasar dengan pertumbuhan terkuat," kata Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Turkiye.
Pertumbuhan wisatawan China tersebut menonjol di tengah kinerja pariwisata Turkiye secara keseluruhan yang mencatat 25,7 juta pengunjung pada paruh pertama 2026 atau turun 2,39 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Turkiye Kejar Target Satu Juta Wisatawan ChinaManajer Umum Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Turkiye Sinan Seha Turkseven mengatakan lonjakan wisatawan China menjadi indikator positif bagi strategi jangka panjang negara tersebut.
Turkiye menargetkan dapat menerima satu juta wisatawan asal China melalui sejumlah kebijakan yang ditujukan untuk memperkuat minat dan memperluas pengalaman perjalanan mereka.
"Untuk mendukung visi ini, kami mengambil langkah-langkah konkret guna memperdalam minat di kalangan pelancong China dan mendiversifikasi pengalaman mereka di Turkiye," ujarnya.
Turkiye telah memberlakukan pembebasan visa bagi warga China pemegang paspor biasa sejak 2 Januari 2026.
Konektivitas penerbangan langsung antara Turkiye dan sejumlah kota besar di China juga diperluas dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah Turkiye turut meluncurkan bagian khusus berbahasa Mandarin di platform promosi resmi GoTurkiye serta menerapkan sertifikasi China-Friendly Airport di Bandar Udara Istanbul.
Fasilitas tersebut mencakup papan petunjuk berbahasa Mandarin, layanan berbasis digital, dan staf yang dapat berbahasa Mandarin.
Promosi dan Bebas Visa Dongkrak Minat WisatawanSerangkaian kegiatan promosi turut digelar untuk meningkatkan daya tarik Turkiye bagi wisatawan China, termasuk Festival Tahun Kuda China di Cappadocia pada Februari 2026.
Ketua Asosiasi Kebudayaan Turkiye-China sekaligus pemilik Ligarba Travel Agency Irfan Karsli mengatakan pembebasan visa telah meningkatkan minat wisatawan China untuk berkunjung ke Turkiye.
Pencarian mengenai Turkiye di sejumlah platform perjalanan utama China juga disebut mengalami peningkatan signifikan.
"Kami melihat peningkatan permintaan yang jelas, dan kami memperkirakan tren kenaikan ini akan terus berlanjut," katanya.
Peningkatan kunjungan wisatawan China juga terlihat pada sektor pariwisata budaya.
Direktur Museum Arkeologi Istanbul Rahmi Asal mengatakan wisatawan China kini termasuk kelompok pengunjung asing terbesar yang mendatangi museum tersebut sepanjang 2026.





Komentar (0)