JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Pengurus Yayasan sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan berinisial IWD mengaku air soft gun yang ditemukan adalah kerja sama untuk kegiatan olahraga di sekolah.
Hal ini disampaikan IWD kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan saat diperiksa pada Sabtu (8/8/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, kerja sama dilakukan dengan PT Lokta Karya Perbakin, sebuah perusahaan ekspor-impor senapan angin legal.
Baca juga: Usai 995 Airsoft Gun Ditemukan, Kapan Ruangan Sekolah Swasta Jaksel Dibuka Lagi?
“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, keberadaan senjata angin tersebut diawali dari adanya perjanjian kerja sama antara yayasan dengan PT Lokta terkait kerja sama olahraga menembak air rifle,” jelas Budi saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (11/8/2026).
Saat ini, polisi tengah mendalami lebih lanjut terkait legalitas air soft gun tersebut beserta kepemilikannya, tempat penyimpanan, dan tujuan penggunaan barang.
Sejauh ini, baru satu senjata api yang sudah diketahui pemiliknya. Yaitu senjata jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA, yang dimiliki seorang mantan direktur perusahaan berinisial DS.
Namun, pernyataan IWD ini masih bersifat sepihak, karena pihak yayasan secara gamblang membantah adanya ekskul menembak di sekolah.
“Kami informasikan berdasarkan informasi dari para guru-guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak,” kata kuasa hukum yayasan, Hermawanto kepada wartawan di lokasi, Jumat (7/8/2026).
Menurut Hermawanto, mereka bahkan baru mengetahui adanya air soft gun di lingkungan sekolah, setelah IWD dipecat karena diduga menggelapkan dana sekolah.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 996 senapan ditemukan di salah satu ruangan di sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat (10/8/2026).
Baca juga: Polisi Geledah 3 Ruangan di Sekolah Tempat 995 Senapan, Ungkap Fakta Soal Bunker
Saat itu, pihak yayasan membuka ruangan yang sudah lama terkunci sejak pergantian ketua pengurus yayasan.
Begitu melihat tumpukan senapan tersebut, pihak yayasan langsung melapor ke kepolisian.
Berselang satu bulan kemudian, pihak yayasan kembali meminta pendampingan Polres Jakarta Selatan untuk membuka ruangan yang digunakan IWD sebelumnya yang terkunci rapat.
Di sana, ditemukan tiga pucuk airsoft gun jenisnya FN90, AK-47 dan M4 Carbine, dua linting ganja dan satu klip kecil sabu, serta 25 keping VCD porno.
Turut ditemukan juga peredam, 7 magasin, amunisi dengan berbagai kaliber, beberapa air soft gun, taser gun, alat pembuat peluru, buku panduan pembuatan peluru, serta aksesori senjata.






Komentar (0)