BI Sulsel Musnahkan 4.144 Lembar Rupiah Palsu

celebesmedia.id
2 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Bank Indonesia (BI) bersama Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) Sulawesi Selatan memusnahkan 4.144 lembar uang Rupiah palsu yang ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan.

Ribuan lembar uang palsu tersebut terdiri dari pecahan 100.000 dan 50.000 yang merupakan hasil laporan masyarakat dan perbankan selama periode Januari 2025 hingga Mei 2026.

Seluruh uang yang dimusnahkan telah memperoleh penetapan pemusnahan dari Ketua Pengadilan Negeri Makassar.

Pemusnahan dilakukan sebagai bagian dari sinergi Botasupal Sulawesi Selatan dalam mencegah dan memberantas peredaran uang Rupiah palsu. 

Langkah tersebut sekaligus memastikan uang palsu yang telah ditemukan tidak kembali beredar dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Bayu Martanto, mengatakan pemusnahan 4.144 lembar uang palsu bukan hanya bertujuan menghilangkan uang tidak sah dari peredaran.Tetapi juga menjadi bentuk penegasan bahwa upaya yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah akan dihadapi melalui sinergi Botasupal dan penegakan hukum sesuai kewenangan masing-masing.

“Menjaga Rupiah pada hakikatnya adalah menjaga kepercayaan masyarakat. Dan menjaga kepercayaan masyarakat berarti menjaga fondasi perekonomian kita. Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan negara,” ujar Bayu.

Pemusnahan uang palsu tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. 

Regulasi itu memberikan kewenangan kepada Bank Indonesia untuk merencanakan, mencetak, mengeluarkan, mengedarkan, mencabut dan menarik, serta memusnahkan Rupiah sekaligus menentukan keasliannya.

Bank Indonesia pun terus melakukan berbagai langkah untuk mencegah dan menanggulangi peredaran Rupiah palsu. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan preemtif, preventif, dan represif.

Pada sisi preemtif, BI memperkuat edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, khususnya mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah. 

Edukasi menyasar berbagai kelompok masyarakat melalui institusi pendidikan dan program training of trainer bagi guru di sejumlah kabupaten dan kota.

Penguatan edukasi di Sulawesi Selatan juga dilakukan melalui pemilihan Duta Muda dan Guru CBP Rupiah 2026 serta pembentukan Forum Kas Perbankan (FKP) Sultan. Program tersebut diharapkan memperluas jangkauan edukasi mengenai keaslian Rupiah.

Sementara itu, langkah preventif dilakukan dengan memperkuat unsur pengaman (security features) dan desain uang Rupiah agar semakin sulit dipalsukan.

Adapun upaya represif dilakukan melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum. Bentuknya antara lain pemeriksaan terhadap uang yang diragukan keasliannya, pemberian keterangan ahli, serta pertukaran data dan informasi mengenai temuan uang Rupiah palsu.

Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk ikut mencegah peredaran uang palsu dengan mengenali ciri keaslian Rupiah menggunakan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan atau menerima uang yang diragukan keasliannya.

Pemusnahan 4.144 lembar uang palsu tersebut dihadiri unsur Botasupal, Pengadilan Negeri Makassar, pimpinan perbankan di Sulawesi Selatan, serta sejumlah undangan lainnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Puncak El Nino Agustus-September, BNPB Kerahkan Puluhan Armada Hadapi Karhutla
• 6 jam lalu
0
thumb
17 Agustus dan Kemerdekaan Bank Sentral
• 3 jam lalu
0
thumb
Gerhana Matahari Total 12 Agustus Tak Bisa Diamati di Indonesia
• 7 jam lalu
0
thumb
Janjikan Loker di Pemkot Surabaya Minta Rp20 Juta, 2 Pegawai Non-ASN Dipecat
• 2 jam lalu
0
thumb
Isu Reshuffle Muncul Lagi, Ini Kata Mensesneg Prasetyo Hadi
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.