PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menyiapkan capital expenditure (capex) sekitar Rp3 triliun untuk pengembangan Urbanova Edu Hub.
IDXChannel - PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menyiapkan capital expenditure (capex) sekitar Rp3 triliun untuk pengembangan Urbanova Edu Hub.
Hal tersebut diungkap Direktur Utama DMS Propertindo Mohamad Prapanca disela-sela Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan CLIEC.
"KOTA maju selangkah melalui penjajakan kerja sama dengan salah satu BUMN raksasa asal China. Perusahaan negara dimaksud adalah China Light Industry International Engineering Co., Ltd. (CLIEC) yang diproyeksikan menggarap kawasan yang dirancang sebagai Edu Hubpertama di Indonesia," katanya dalam Signing Ceremony antara PT DMS Propertindo dan CLIEC di Jakarta Selasa (11/8/2026).
Adapun DMS Propertindo menjajaki pelaksanaan proyek dengan skema turnkey. Skema ini memungkinkan mitra menangani rangkaian pekerjaan mulai dari perencanaan teknis, engineering, pengadaan, konstruksi, hingga penyelesaian proyek sesuai spesifikasi yang disepakati.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Urbanova dilakukan dengan pendekatan yang terintegrasi, efisien, dan
terukur.
"Kerja sama ini sangat penting dan positif untuk mempercepat pembangunan Urbanova Edu Hub. Pasalnya, China dalam beberapa tahun terakhir muncul sebagai kekuatan penting dalam rekayasa teknologi dan pembangunan berskala besar," tuturnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah strategis Perseroan untuk memperkuat pengembangan Urbanova Edu Hub. "Kami meyakini pengalaman, kapabilitas teknologi, serta dukungan finansial yang dimiliki China Light Industry International Engineering Co. Ltd akan mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan,” ujar Prapanca.
Ia menambahkan bahwapartnership ini juga sangat produktif bagi kedua belah pihak dalam menciptakan nilai tambah dan meningkatkan penerimaan perusahaan. “Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, meningkatkan value proyek, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan revenue Perseroan di masa mendatang. Realisasi pembiayaan pembangunan (capex) ini juga semakin positif dengan adanya back up dari CLIEC. Sehingga pembangunan Urbanova dapat berjalan tepat waktu dan terjaga kualitasnya,” ujar dia.
Sementara itu, Surabaya Timur dipilih sebagai lokasi pengembangan Urbanova karena kawasan tersebut sudah memiliki ekosistem yang mendukung. Proyek ini berada di tengah lingkungan pendidikan dan industri yang terus berkembang.
Urbanova disebut memiliki potensi pasar lebih dari 64 ribu mahasiswa, dengan sejumlah perguruan tinggi yang berada dalam radius yang relatif dekat.
Di sisi lain, keberadaan kawasan industri SIER turut menjadi basis aktivitas ekonomi dan tenaga
kerja.
Dengan fun fact tersebut, Urbanova tidak perlu membangun ekosistem dari nol.Ia justru hadir untuk menghubungkan ekosistem yang sudah ada. Inilah yang membuat konsep Urbanova Edu Hub berbeda dari pengembangan kawasan properti konvensional. Pendidikan menjadi salah satu anchor, tetapi aktivitas kawasan tidak berhenti pada pendidikan saja. Hunian, bisnis, ruang komunal, olahraga, hospitality, kesehatan, dan gaya hidup dirancang untuk saling mendukung.
Rencananya, Edu Hub ini akan dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 23 hektare. Di dalamnya dirancang berbagai fungsi yang saling terintegrasi, mulai dari residensial modern, business hub, event space, hotel, showroom, fasilitas publik, rumah sakit, hingga sekolah internasional. Kawasan pendidikan masa depan membutuhkan tempat untuk bertemu, berdiskusi, bekerja, berolahraga, berkreasi, membangun jejaring, bahkan mengembangkan bisnis.
Oleh karena itu, dengan masuknya CLIEC yang menggandeng Sinosure menjadi bagian penting dari tahapan pembangunan berikutnya. CLIEC merupakan BUMN Republik Rakyat China yang memiliki pengalaman dalam bidang engineering industri berskala besar.
Mereka sudah menangani ribuan project di China dan ratusan lainnya di luar negeri.
Kapabilitas tersebut diharapkan dapat membantu memastikan proses pembangunan Urbanova berlangsung lebih efektif sekaligus menjaga kualitas dan target penyelesaian proyek. Bagi DMS Propertindo, kolaborasi ini juga merupakan bagian dari strategi untuk menggandeng mitra global yang memiliki kompetensi, pengalaman, teknologi, dan kapasitas untuk mendukung pengembangan proyek strategis.
Di tengah perkembangan kota-kota besar, tantangan pengembangan kawasan bukan lagi sekadar menyediakan bangunan baru.
Dengan bergabungnya CLIEC, Perseroan menargetkan groundbreakingakan dilakukan pada akhir September 2026. Selanjutnya pembangunan tahap pertama akan selesai pada Kuartal IV 2028, dan Ubanova Edu Hub akan beroperasi diKuartal I 2029.
Kehadiran Urbanova di Surabaya Timur diprediksi mengubah kawasan ini menjadi daerah yang bernilai ekonomi tinggi. Edu Hub bukan sekedar kawasan hunian dan komersial baru, melainkan pusat aktivitas yang menggabungkan pendidikan, bisnis, kesehatan, hospitality, dan gaya hidup.
Hebatnya lagi, hanya kurang dari tiga bulan, Urbanova bertransformasi dari ide orisinal Edu Hub, dan kini mendapat dukungan dari mitra internasional dengan investasi yang signifikan.
(kunthi fahmar sandy)






Komentar (0)