HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Diego Forlan resmi menjadi pelatih baru Timnas Uruguay. Mantan striker Manchester United (MU) menggantikan Marcelo Bielsa.
Akan tetapi, statistik kepelatihan Forlan jadi sorotan. Pengalamannya minim dan persentase kemenangannya pun rendah.
Federasi Sepak Bola Uruguay (AUF) mengumumkan Forlan sebagai nakhoda baru La Celeste pada Selasa (11/8/2026).
Forlan mendapat kontrak hingga Maret 2027 dan juga dipercaya menangani tim nasional Uruguay U-20.
Penunjukan tersebut menjadi keputusan baru Uruguay setelah kegagalan di Piala Dunia 2026 bersama Bielsa.
Forlan sejatinya telah ditetapkan sebagai pengganti Bielsa sejak Jumat (7/8). Namun, AUF baru memperkenalkannya secara resmi pada Senin (10/8) waktu setempat.
Dia akan mengemban tugas hingga Maret 2027. Periode tersebut bertepatan dengan agenda pemilihan presiden baru AUF.
Selain tim senior, Forlan juga mendapat tanggung jawab membangun skuad Uruguay U-20.
Keputusan AUF menempatkan sosok yang sudah sangat dikenal publik Uruguay di posisi penting tersebut.
“Forlan kembali ke tempat di mana ia telah menorehkan jejak yang tak terlupakan,” tulis AUF dalam pernyataan resminya.
Forlan memang memiliki hubungan kuat dengan sepak bola Uruguay. Ia merupakan salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki negara tersebut, bersama Luis Suarez.
Selama memperkuat La Celeste, Forlan mencatatkan 36 gol dalam 112 pertandingan internasional.
Kariernya sebagai pemain juga dihiasi pengalaman bersama sejumlah klub besar Eropa, termasuk Manchester United, Inter Milan, dan Atletico Madrid.
Kini, mantan striker tersebut mendapat kesempatan untuk membawa Uruguay bangkit setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026.
Uruguay gagal melewati fase grup turnamen tersebut. Di bawah arahan Bielsa, mereka bahkan tidak mampu meraih satu kemenangan pun.
Hasil itu akhirnya membuat Bielsa harus meninggalkan jabatannya setelah menjalani periode kepelatihan yang penuh sorotan.
Pengalaman Melatih
Meski memiliki reputasi besar sebagai pemain, penunjukan Forlan bukan tanpa pertanyaan.
Pengalaman pria berusia 47 tahun itu sebagai pelatih masih sangat terbatas. Sebelum dipercaya menangani Uruguay, ia baru dua kali menduduki posisi pelatih kepala.
Kesempatan pertama datang pada 2020 ketika Forlan menangani Penarol.
Namun, masa kerjanya bersama klub tersebut berlangsung singkat. Ia hanya memimpin 11 pertandingan dengan catatan empat kemenangan, empat kekalahan, dan dua hasil imbang.
Setahun berselang, Forlan kembali mendapat pekerjaan sebagai pelatih. Kali ini, ia dipercaya menukangi CA Atenas.
Lagi-lagi, perjalanan tersebut tidak berlangsung lama. Forlan hanya memimpin klub itu dalam 12 pertandingan, dengan empat kemenangan dan tiga kekalahan.
Setelah meninggalkan CA Atenas, Forlan tidak meneruskan kariernya di dunia kepelatihan.
Ia justru sempat mencoba peruntungan di cabang olahraga lain. Pada November 2024, Forlan terjun ke dunia tenis profesional.
Kini, perjalanan tersebut berubah drastis. Sosok yang pernah menjadi mesin gol Uruguay itu kembali ke sepak bola dan langsung mendapat tanggung jawab besar.
Forlan dituntut membuktikan bahwa pengalamannya sebagai pemain senior dan legenda Uruguay dapat diterjemahkan menjadi kemampuan meracik tim dari pinggir lapangan.
Tugas pertamanya tentu tidak mudah. Ia harus memulihkan kepercayaan diri Uruguay sekaligus mempersiapkan generasi baru untuk menghadapi agenda internasional berikutnya. (*)






Komentar (0)