JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan sejumlah wilayah di Jawa Barat berpotensi mengalami potensi kekeringan meteorologis pada periode 11-20 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi potensi wilayah kekeringan meteorologis BMKG di laman resminya, terdapat 14 wilayah yang masuk kategori Awas, sementara 6 wilayah lainnya berada dalam status Siaga.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat mengingat kekeringan meteorologis dapat berdampak pada ketersediaan air bersih, sektor pertanian, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Baca Juga: El Nino Berpotensi Picu Krisis Air, Akademisi UGM Ajak Masyarakat Panen Air Hujan
Daftar wilayah berstatus Siaga
Wilayah yang masuk kategori Siaga potensi kekeringan meteorologis Jawa Barat periode 11-20 Agustus 2026 meliputi:
- Kabupaten Bogor
- Kabupaten Purwakarta
- Kota Bandung
- Kabupaten Tasikmalaya
- Kabupaten Ciamis
- Kota Banjar
Masyarakat di wilayah tersebut diimbau mulai mengantisipasi kemungkinan dampak kekeringan, terutama terkait kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari dan aktivitas pertanian.
Daftar wilayah berstatus Awas
Sementara itu, wilayah yang masuk kategori Awas potensi kekeringan meteorologis periode 11-20 Agustus 2026 adalah:
- Kabupaten Bandung
- Kabupaten Bandung Barat
- Kabupaten Bekasi
- Kabupaten Cianjur
- Kabupaten Cirebon
- Kabupaten Garut
- Kabupaten Indramayu
- Kabupaten Karawang
- Kota Bekasi
- Kabupaten Kuningan
- Kabupaten Majalengka
- Kabupaten Subang
- Kabupaten Sukabumi
- Kabupaten Sumedang
Wilayah yang berada dalam kategori Awas perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan, terutama jika kondisi minim hujan berlangsung dalam waktu yang lebih panjang.
Dampak yang Perlu DiantisipasiBMKG mengatakan, potensi kekeringan meteorologis dapat memengaruhi ketersediaan air di sejumlah wilayah. Salah satu dampak yang perlu diwaspadai adalah berkurangnya ketersediaan air bersih untuk kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Kepala BPBD Aceh Besar Pantau soal Bencana Kekeringan dan Angin Kencang | JURNAL NUSANTARA
Selain itu, kekeringan juga dapat meningkatkan risiko terhadap sektor pertanian. Berkurangnya pasokan air dapat mengganggu kebutuhan pengairan lahan dan berpengaruh terhadap tanaman, terutama di wilayah yang mengandalkan curah hujan.
Risiko kebakaran hutan dan lahan juga dapat meningkat ketika kondisi lingkungan semakin kering. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di area yang vegetasinya mudah terbakar.
Pemprov Jabar Distribusikan 8,7 Juta Liter Air BersihMelansir jabarprov.go.id, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyebut 8,7 juta liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat yang kekurangan air saat musim kemarau.
Hingga 10 Agustus 2026, distribusi air dilakukan ke 23 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Teten Ali mengatakan, tiga wilayah yang mendapat distribusi air bersih terbanyak yakni Kabupaten Bekasi 3,8 juta liter, Kabupaten Bogor 1,5 liter dan Kabupaten Karawang 595.000 liter.
Teten Ali menjelaskan, besarnya pendistribusian air bersih ke tiga wilayah itu dilakukan dengan pertimbangan banyaknya jumlah warga terdampak kekeringan sumber air.
Di Kabupaten Bekasi, ungkapnya, jumlah warga terdampak kekeringan sumber air sebanyak 44.892 orang di sembilan kecamatan.
Sementara, di Kabupaten Bogor sebanyak 170.892 orang di 30 kecamatan yang terdampak kekeringan sumber air.
Adapun, warga di Kabupaten Karawang yang mengalami kekeringan sumber air sebanyak 27.553 orang di lima kecamatan.
Total warga terdampak kekeringan sumber air di Jawa Barat sebanyak 450.383 orang yang terdiri dari 140.765 kepala keluarga. Mereka berada di 153 kecamatan di 334 kelurahan/ desa.
"Bantuan air bersih kepada masyarakat tak hanya berasal dari BPBD kabupaten/ kota, tetapi juga Baznas, Palang Merah Indonesia (PMI), PDAM, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Selain itu, Kodim, komunitas dan dunia usaha," ujar Teten, Selasa (11/8/2026).
Sementara dukungan BPBD Provinsi Jawa Barat diwujudkan dengan meminjamkan beberapa mobil tangki air untuk penyaluran air bersih di kabupaten kota, terus memetakan dinamika potensi ancaman dan mensosialisasikan upaya mitigasi kekeringan di media sosial serta terus mengkoordinasikan ketersediaan air bersih dengan instansi-instansi lain yang memiliki sumber daya.
Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- kekeringan
- jawa barat
- peringatan dini kekeringan meteorologis






Komentar (0)