Seluruh Wilayah Yogyakarta Masuk Status Merah Awas Kekeringan hingga November 2026

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Visual dari Stasiun Klimatologi DI Yogyakarta BMKG terkait peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah tersebut. Tampak seluruh wilayah masuk kategori merah atau awas. (Sumber: BMKG Staklim Jogja di @staklim_jogja)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masuk status Awas kekeringan meteorologis pada dasarian II Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mengantisipasi kondisi tersebut, termasuk dengan mengelola sumber daya air secara efisien.

"Sehubungan dengan potensi kekeringan meteorologis pada dasarian II Agustus 2026 dalam status awas di seluruh wilayah D.I Yogyakarta," kata Kepala Stasiun Klimatologi DIY Mamenun dalam rilis BMKG terkait perkembangan iklim DIY yang diperbarui Senin (10/8/2026).

Peringatan dini yang disertakan menunjukkan seluruh wilayah DIY berada dalam kategori Awas.

Status tersebut muncul ketika curah hujan DIY diprediksi berada pada kategori rendah. Untuk dasarian II Agustus, curah hujan diprakirakan 0-10 milimeter per dasarian dengan sifat hujan seluruhnya Bawah Normal.

Pada dasarian III Agustus, curah hujan diprediksi masih 0-10 milimeter per dasarian. Sifat hujan diprakirakan umumnya Bawah Normal hingga Normal.

Baca Juga: BMKG: 6 Kota Berpotensi Hujan Hari Selasa 11 Agustus, Ini 5 Wilayah Waspada Hujan Lebat

Curah Hujan Rendah Diprediksi sampai November

Kondisi kering diperkirakan tidak berhenti pada Agustus. BMKG memprediksi curah hujan dasarian I September berada pada kisaran 0-10 milimeter per dasarian dengan sifat hujan umumnya Bawah Normal.

Prakiraan bulanan menunjukkan curah hujan September dan Oktober berada pada kisaran 0-20 milimeter per bulan. Pada November, curah hujan diprediksi 0-100 milimeter per bulan.

BMKG memasukkan curah hujan September, Oktober, dan November ke dalam kriteria rendah. Sifat hujan pada ketiga bulan tersebut diprediksi seluruhnya Bawah Normal.

Untuk musim kemarau 2026, sifat hujan diprediksi Bawah Normal pada tujuh dari delapan Zona Musim (ZOM) DIY. Satu ZOM lainnya diprakirakan memiliki sifat hujan Normal.

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus di seluruh delapan ZOM. Durasi musim kemarau diperkirakan 16-18 dasarian pada satu ZOM dan 19-21 dasarian pada tujuh ZOM.

BMKG memperkirakan jumlah curah hujan selama musim kemarau berada pada kisaran 250-400 milimeter. Akhir musim kemarau di DIY diprediksi terjadi pada dasarian I dan II November.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Selasa 11 Agustus 2026: Konvergensi Meluas, Waspada Hujan Lebat

El Nino Berpeluang Memperpanjang Kekeringan

Stasiun Klimatologi DIY mencatat indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) berada dalam kondisi sangat kuat. Kondisi tersebut berpeluang berlangsung sampai Desember 2026.

Dalam rilis yang ditandatangani Mamenun, BMKG menyebut El Nino dapat mengurangi curah hujan dan menambah durasi periode musim kemarau di DIY.

"El Nino dapat mengakibatkan kekeringan yang berpeluang terjadi hingga Desember 2026," tulis BMKG.

Selain ENSO, angin di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator bertiup dari timur yang mengindikasikan Monsun Australia aktif. Dipole Mode Index (DMI) berada dalam kategori netral dan DMI Positif berpeluang terjadi pada September hingga Desember 2026.

Sementara itu, Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi tidak aktif di wilayah Indonesia.

Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah, institusi terkait, dan masyarakat lebih siap menghadapi dampak musim kemarau, terutama di wilayah yang rentan terhadap kekeringan meteorologis.

Dampak yang disebut dalam rilis antara lain kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih. BMKG juga meminta pengelolaan sumber daya air dilakukan secara efisien dan kegiatan disesuaikan dengan kondisi wilayah.

Baca Juga: Krisis Air Bersih di Grobogan Meluas, 46 Desa di 14 Kecamatan Terdampak Kekeringan | SAPA MALAM

Penulis : Danang Suryo Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • kekeringan Yogyakarta
  • BMKG
  • DIY
  • musim kemarau
  • El Nino
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Awas! MUI: Pria Berbusana Perempuan saat Karnaval Kemerdekaan Haram
• 6 jam lalu
0
thumb
IATA Siapkan Capex hingga Rp200 Miliar Garap Infrastruktur Pelabuhan dan Conveyor
• 22 jam lalu
0
thumb
Polisi Bekuk Enam Perampok yang Menyasar Nasabah Bank di Jakarta dan Bekasi, Ini Modusnya
• 21 jam lalu
0
thumb
Wamendagri Bima Dukung Penguatan Penanganan Kekerasan Perempuan-Anak di Daerah
• 19 jam lalu
0
thumb
Mata di Balik Lensa: Perjalanan Adek Berry Mengabadikan Sejarah Dunia
• 54 menit lalu
0
Berhasil disimpan.