jpnn.com - Polda Sumatera Barat menjadikan perselisihan antara perwira Polri dan pengemudi di Kota Padang sebagai bahan introspeksi internal guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Adapun perwira menengah Polda Sumbar yang arogan itu ialah Kombes Teddy Fanani yang menjabat direktur reserse kriminal umum (dirreskrimum).
BACA JUGA: Ini Kata Mabes Polri soal Pemeriksaan Kapolresta Banda Aceh dan Kasat Resnarkoba
Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Sumbar Brigjen Solihin menyebut peristiwa itu menjadi pelajaran bagi seluruh personel Polda Sumbar untuk meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas.
"Peristiwa ini adalah momen bagi kami untuk melakukan introspeksi internal, tidak boleh terulang kembali," katadia, Senin (10/8/2026).
BACA JUGA: Pria di Serang Ini Menganiaya Istri yang Baru Pulang dari Arab Saudi, Sontoloyo
Menurut Solihin, introspeksi diperlukan agar Polri dapat menjalankan peran untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
"Peristiwa ini adalah pelajaran berharga bagi seluruh personel Polda Sumbar, termasuk bagi saya sendiri, tanpa terkecuali," ujarnya.
BACA JUGA: Pemkab Cianjur Buka Rekrutmen CPNS 2027? Begini Kata Akos Koswara
Solihin menyampaikan permintaan maaf kepada pengemudi yang menjadi pihak dalam perselisihan tersebut, serta kepada masyarakat atas kejadian yang melibatkan perwira menengah Polda Sumbar Kombes Teddy Fanani.
Wakapolda juga menyampaikan apresiasi kepada pengemudi yang bersedia memberikan maaf sehingga persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Perselisihan antara Teddy dan pengemudi mobil Bill Irzano alias Bili terjadi di Jalan Adinegoro, Lubuk Buaya, Kota Padang, pada Jumat (7/8).
Saat kejadian, keduanya sedang dalam perjalanan menuju bandara menggunakan kendaraan masing-masing dan terlibat perselisihan di tengah perjalanan.
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah videonya beredar di media sosial.
Persoalan kemudian diselesaikan melalui pertemuan antara kedua pihak dan berakhir secara kekeluargaan.
Solihin mengingatkan seluruh personel Polri di wilayah Sumbar agar menjaga profesionalitas dan kesabaran ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Dia juga menegaskan setiap personel yang melakukan pelanggaran akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sebagaimana arahan Kapolda Sumbar Irjen Djati Wiyoto Abadhy.
Sebagai langkah pencegahan, Polda Sumbar akan meningkatkan pengawasan melekat terhadap personel serta memperbanyak pengarahan mengenai sikap, profesionalitas, dan etika secara berjenjang mulai dari Polsek hingga Polda.(Ant/JPNN)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam





Komentar (0)