JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menegaskan, ruangan bawah tanah di sekolah swasta, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang sebelumnya diduga bunker bukan bangunan tersembunyi tempat penyimpanan senjata.
Kanit Krimum Satreskrim Polres Jaksel, Ipda Alpino de Tech, menjelaskan, ruangan itu hanya berupa ruang bawah tanah yang berada di lantai yang sama dengan area parkir.
Namun, Alpino membenarkan ada tangga khusus yang terhubung antara tempat tersebut dengan ruangan yang sebelumnya menjadi kantor mantan ketua pengurus yayasan berinisial IWD.
“Sebetulnya itu bukan bunker, itu basement yang terconnecting dengan ruangan. Jadi basement ada tangganya terconnecting dengan ruangan, itu juga sudah dicek,” jelas Alpino usai olah TKP, Senin (10/8/2026).
Baca juga: Polisi Geledah 3 Ruangan di Sekolah Tempat 995 Senapan, Ungkap Fakta Soal Bunker
Namun Alpino tidak merinci apa saja temuan dari tempat yang pintunya juga disegel itu.
Kepala Staf Ahli Pembina, Untung Sangaji, yang ikut menggeledah rumahnya ruangan itu pekan lalu mengatakan sempat menemukan beberapa barang.
Seperti alat pembuat peluru, narkotika jenis sabu dan ganja, serta satu kotak wadah peluru yang berisi 25 keping VCD porno.
“Kemarin yang kami temukan sementara alat pembuat peluru kaliber apa saja, untuk mengisi mesiu sama primer yang lain, kemudian disetel dan kemudian dipasang untuk kebutuhan yang saya tidak tahu untuk apa,” jelas Untung ditemui terpisah.
Usai olah TKP hari ini, ruangan tersebut beserta tiga ruangan lainnya yang diperiksa hari ini akan dibersihkan sebelum dikembalikan lagi fungsinya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 996 senjata ditemukan di salah satu ruangan, sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat (7/8/2026).
Baca juga: Bunker di Sekolah Swasta Jaksel Sudah Diperiksa Polisi, Berisi Senpi Laras Panjang dan Narkoba
Yayasan pun melaporkan temuan ini kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Berselang satu bulan kemudian, pihak yayasan kembali meminta pendampingan Polres Jakarta Selatan untuk membuka ruangan yang digunakan IWD sebelumnya yang terkunci rapat.
Di sana, ditemukan tiga pucuk airsoft gun jenisnya FN90, AK-47 dan M4 Carbine, dua linting ganja dan satu klip kecil sabu, serta 25 keping VCD porno.
Turut ditemukan juga peredam, 7 magasin, amunisi dengan berbagai kaliber, beberapa airsoft gun, taser gun, alat pembuat peluru, buku panduan pembuatan peluru, serta aksesori senjata.
Dari 996 senapan yang pertama ditemukan, 995 di antaranya diidentifikasi sebagai airsoft gun, sementara satu lainnya senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA.
“Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).
Baca juga: Sekolah Swasta Jaksel Akan Periksa Psikologis Murid Usai Temuan 995 Senjata dan Narkoba
Kini 995 airsoft gun dititipkan kepada Unit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Ditintelkam Polda Metro Jaya.
Sementara senjata api dalam pemeriksaan Reskrim Polres Jaksel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)