Anggota Komisi III Apresiasi BNN Gagalkan Peredaran 1,3 Ton Ketamine di Natuna

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Anggota Komisi III DPR Martin D. Tumbelaka mengapresiasi keberhasilan tim gabungan yang dipimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan sekitar 1,3 ton narkotika jenis ketamine di Perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Martin meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada penangkapan delapan anak buah kapal (ABK) yang berada di kapal pembawa narkotika tersebut. Dia mendorong pengusutan dilakukan hingga ke jaringan yang berada di balik penyelundupan.

“Kita sangat mengapresiasi kerja keras dan sinergi tim gabungan. Namun, saya meminta agar seluruh jaringan di balik penyelundupan 1,3 ton ketamine ini diungkap ke akar-akarnya. Ini menyangkut keselamatan dan masa depan generasi muda kita,” kata Martin dalam keterangannya, Selasa (11/8).

Politikus Partai Gerindra itu juga meminta aparat penegak hukum tidak ragu menindak tegas seluruh pelaku yang terlibat dalam peredaran narkotika.

Menurut dia, penindakan terhadap jaringan narkotika perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Hal itu, kata Martin, sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

“Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa narkoba merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap masa depan bangsa. Oleh karena itu, perang terhadap narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Aparat jangan pernah ragu menindak,” tegasnya.

Martin mendorong penguatan koordinasi antarlembaga untuk mencegah penyelundupan narkotika kembali terjadi. Dia menilai kerja sama antara aparat penegak hukum dan intelijen menjadi salah satu kunci dalam mengungkap jaringan narkotika lintas negara.

“Kerja sama yang sudah berjalan sangat baik ini harus terus diperkuat ke depannya,” ungkap Martin.

Sebelumnya, BNN bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, TNI AL, Bareskrim Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polda Kepulauan Riau menggagalkan penyelundupan sekitar 1,3 ton ketamine di perairan Natuna.

Pengungkapan dilakukan pada Kamis (6/8). Petugas mengamankan kapal bernama King Sun yang diduga membawa narkotika dari luar negeri menuju Indonesia.

Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan pengungkapan tersebut bermula dari informasi intelijen mengenai pergerakan kapal yang diduga membawa narkotika dari kawasan Teluk Thailand menuju Indonesia.

Informasi tersebut kemudian diperkuat dengan data intelijen yang diperoleh dari Taiwan Coast Guard pada awal Agustus 2026.

Berdasarkan informasi tersebut, aparat kemudian melakukan operasi untuk mencegat kapal yang menjadi target ketika memasuki wilayah perairan Indonesia.

TNI AL mengerahkan tiga kapal perang, yakni KRI Kerambit-627, KRI Surik-645, dan KRI Karotang-872, untuk melakukan pencegatan terhadap kapal King Sun.

Dalam operasi gabungan tersebut, petugas mengamankan kapal King Sun beserta delapan ABK yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika internasional.

Kapal tersebut kemudian dikawal menuju perairan Bintan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan ruang penyimpanan rahasia yang berada di bawah lantai kamar ABK asal Taiwan.

Di ruang tersebut, petugas menemukan 65 karung yang diduga digunakan untuk menyimpan narkotika.

Sebanyak 64 karung di antaranya masing-masing berisi sekitar 20 bungkus teh China berwarna hijau. Sementara satu karung lainnya berisi 18 bungkus.

Setelah diperiksa, seluruh bungkusan tersebut diduga berisi ketamine dalam bentuk kristal. Total berat bruto barang bukti yang ditemukan mencapai sekitar 1,3 ton.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan delapan ABK yang berada di kapal King Sun. Mereka terdiri dari satu warga negara Taiwan berinisial ZO dan tujuh warga negara Myanmar.

Ketujuh warga negara Myanmar tersebut masing-masing berinisial MML, KH, MM, TA, ML, TMH, serta PL. Kedelapan ABK tersebut kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Viral Siswi SD di Jember Diduga Jadi Korban Bullying, Dijambak hingga Ditendang
• 12 jam lalu
0
thumb
MR DIY Tetap Kebut Ekspansi di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Apa Strateginya?
• 1 jam lalu
0
thumb
Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Polisi Mulai Usut Dugaan Pembunuhan Berencana
• 11 jam lalu
0
thumb
Harga Batu Bara Turun ke USD 127.85 per Ton, Nikel Melesat 1,44 Persen
• 17 jam lalu
0
thumb
Klarifikasi Aldi Taher usai Terobos Panggung JET dan Peluk Nic Cester di TSP
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.