JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rangga Kusumo mengatakan, PKS akan terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.
Hal tersebut Rangga sampaikan dalam merespons survei IPO yang menampilkan Prabowo merupakan capres dengan elektabilitas tertinggi saat ini.
"Sebagai mitra koalisi, PKS terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo agar dapat sukses mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. Kesuksesan pemerintah adalah kebahagiaan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Rangga kepada Kompas.com, Senin (10/8/2026) malam.
Rangga menjelaskan, PKS menghormati rilis hasil survei dari IPO maupun lembaga riset lainnya sebagai alat ukur ilmiah untuk merekam persepsi publik.
Baca juga: Elektabilitas Capres Versi Survei IPO: Prabowo Masih di Posisi Teratas
Apapun hasil surveinya, kata dia, itu merupakan cerminan penilaian masyarakat.
"Pemerintah perlu open terhadap berbagai masukan dan aspirasi masyarakat. Kritik sebagai tanda cinta, bukan untuk memusuhi," ucapnya.
Sementara itu, Rangga mengingatkan bahwa Pilpres masih jauh.
Bagi PKS, fokus utama bangsa saat ini bukan mengkalkulasi peta atau peluang politik Pilpres 2029, melainkan membantu pemerintah.
"Agar dapat menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, terutama terkait kesulitan ekonomi yang sedang dihadapi," imbuh Rangga.
Sebelumnya, hasil survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa elektabilitas Presiden Prabowo Subianto masih menduduki posisi paling atas tokoh yang paling banyak dipilih masyarakat apabila pemilihan presiden (Pilpres) dilaksanakan saat ini.
Ketua Umum Partai Gerindra itu memperoleh elektabilitas sebesar 23,4 persen.
"Dalam simulasi terbuka, di mana responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).
Baca juga: Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Tertinggi, Ungguli PDI-P dan Golkar
Dedi menjelaskan, keunggulan Prabowo tersebut menunjukkan bahwa posisinya sebagai Presiden masih memberikan pengaruh terhadap tingkat keteringatan (top of mind) masyarakat.
Kendati demikian, Dedi menyebut bahwa posisi Prabowo sebagai pemuncak elektabilitas belum sepenuhnya aman.
Menurutnya, keberlanjutan dukungan masyarakat akan sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah menghadirkan kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh publik.
"Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik, jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya," ujar Dedi.
Sementara itu, di bawah Prabowo ada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menempati elektabilitas tertinggi kedua dengan 21,7 persen.
Baca juga: Hasil Survei IPO: Elektabilitas Gerindra 33,5 Persen karena Konsolidasi Solid
Sementara mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati posisi selanjutnya dengan 11,5 persen, diikuti Agus Harimurti Yudhoyono (4,5 persen) dan Ganjar Pranowo (4,1 persen).
Sedangkan elektabilitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meraih 3,9 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)