Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memberikan penghargaan kepada dua yayasan yang turut berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Kontribusi yayasan tersebut memberikan manfaat luar biasa dalam mendukung terbukanya akses masyarakat di pelosok.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Irjen Pol Herry Heryawan kepada Yayasan Putra Peduli bersama Relawan 1011 dan Yayasan Harmoni Nusa. Menurutnya, keterlibatan elemen masyarakat menjadi bagian penting dari semangat yang dibangun melalui program Jembatan Merah Putih Presisi.
"Penghargaan ini adalah bentuk penghormatan atas kepedulian dan semangat gotong royong. Ketika pemerintah, Polri dan seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, persoalan yang berat sekalipun bisa kita selesaikan," kata Irjen Herry Heryawan, Senin (10/8/2026).
Ia menegaskan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi sejak awal dibangun melalui semangat kolaborasi. Polri tidak bekerja sendiri, tetapi bergerak bersama pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, komunitas, relawan hingga masyarakat.
"Jembatan ini bukan hanya konstruksi fisik. Di balik setiap jembatan yang dibangun, ada akses yang terbuka, ekonomi masyarakat yang bergerak, anak-anak yang lebih mudah bersekolah dan pelayanan publik yang semakin dekat," imbuhnya.
Kapolda berharap, keterlibatan kedua yayasan tersebut dapat menginspirasi semakin banyak pihak untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa kolaborasi menjadi kekuatan untuk mempercepat hadirnya solusi, terutama bagi masyarakat di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
"Ukuran keberhasilan kita bukan hanya berapa banyak jembatan yang berhasil dibangun. Yang paling penting adalah seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat," tegasnya.
Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu gerakan Polda Riau untuk membuka akses masyarakat melalui pembangunan dan perbaikan jembatan di berbagai wilayah. Polda Riau telah melaksanakan 810 pembangunan Jembatan Merah Putih tersebut dalam dua tahap.
Program tersebut menyasar jembatan yang menjadi akses penting masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perekonomian maupun aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama di desa-desa terpelosok yang kurang tersentuh.
Melalui program tersebut, Polda Riau ingin memastikan kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui upaya yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.
"Pada akhirnya, yang ingin kita hadirkan adalah akses, rasa aman dan kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik," pungkas Kapolda.
(mea/jbr)






Komentar (0)