Denpasar (ANTARA) - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memberikan perhatian kepada seniman Bali lewat pembangunan rumah susun (rusun) di Denpasar.
“Seniman di Bali itu sangat-sangat pantas ya untuk diperhatikan, karena menurut saya selain alam yang indah, juga seni budaya Bali lah yang memajukan dan membuat orang mau datang ke Bali,” kata Menteri PKP Maruarar Sirait di sela peninjauan bedah rumah di Denpasar, Senin.
Menteri PKP menilai dengan memfasilitasi hunian terjangkau maka pemerintah sudah memuliakan seniman yang memajukan Bali.
Namun, pemerintah ingin memastikan agar rusun tersebut ditempatkan oleh seniman yang masuk kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang kemudian syarat lainnya disesuaikan oleh pemerintah daerah.
“Boleh ya selama MBR, Bali ini Pulau Dewata, budayanya sangat luhur tapi saya dengar belum pernah ada rusun buat seniman, khusus nantinya seniman-seniman Bali selama memenuhi aturan MBR, tolong Pak Sekda aturannya dicocokkan,” ujar Menteri PKP.
Kepada media, ia mengatakan rusun bagi seniman ini sedang dibangun di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, dimana ide ini lahir dari melihat kondisi kebutuhan di daerah, seperti di luar Bali dengan kekayaan laut dan profesi nelayan yang besar maka dibuatkan rusun khusus nelayan.
“Seperti di beberapa daerah itu ada misalnya rusun buat nelayan, nah kita tentu buat terobosan yang baik menurut saya, buat seniman, tapi masuk kriteria MBR aturannya harus terpenuhi,” sambung Menteri Maruarar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra menambahkan dalam proyek ini Pemprov Bali hadir lewat pemberian aset untuk lokasi rusun di tanah bekas Balai Latihan Pertanian di Jalan Raya Sesetan.
Saat ini pembangunan rusun memasuki tahap mengurus persetujuan bangunan gedung, untuk selanjutnya mulai dibangun.
“Pengelolaannya untuk sementara kan masih di bawah, nanti akan diserahkan ke pemerintah daerah setelah dibangun, dibangunnya dari Kementerian PKP dulu,” ujarnya.
Nantinya akan tersedia 60 kamar untuk seniman, namun akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu untuk menentukan seniman yang masuk kategori MBR dan dinyatakan sesuai oleh Kementerian PKP.
Baca juga: Kementerian PKP bangun rusun MBR untuk seniman Bali di Denpasar
Baca juga: Kemenkeu bakal perluas pembangunan rusun pegawai di Bali
“Seniman di Bali itu sangat-sangat pantas ya untuk diperhatikan, karena menurut saya selain alam yang indah, juga seni budaya Bali lah yang memajukan dan membuat orang mau datang ke Bali,” kata Menteri PKP Maruarar Sirait di sela peninjauan bedah rumah di Denpasar, Senin.
Menteri PKP menilai dengan memfasilitasi hunian terjangkau maka pemerintah sudah memuliakan seniman yang memajukan Bali.
Namun, pemerintah ingin memastikan agar rusun tersebut ditempatkan oleh seniman yang masuk kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang kemudian syarat lainnya disesuaikan oleh pemerintah daerah.
“Boleh ya selama MBR, Bali ini Pulau Dewata, budayanya sangat luhur tapi saya dengar belum pernah ada rusun buat seniman, khusus nantinya seniman-seniman Bali selama memenuhi aturan MBR, tolong Pak Sekda aturannya dicocokkan,” ujar Menteri PKP.
Kepada media, ia mengatakan rusun bagi seniman ini sedang dibangun di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, dimana ide ini lahir dari melihat kondisi kebutuhan di daerah, seperti di luar Bali dengan kekayaan laut dan profesi nelayan yang besar maka dibuatkan rusun khusus nelayan.
“Seperti di beberapa daerah itu ada misalnya rusun buat nelayan, nah kita tentu buat terobosan yang baik menurut saya, buat seniman, tapi masuk kriteria MBR aturannya harus terpenuhi,” sambung Menteri Maruarar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra menambahkan dalam proyek ini Pemprov Bali hadir lewat pemberian aset untuk lokasi rusun di tanah bekas Balai Latihan Pertanian di Jalan Raya Sesetan.
Saat ini pembangunan rusun memasuki tahap mengurus persetujuan bangunan gedung, untuk selanjutnya mulai dibangun.
“Pengelolaannya untuk sementara kan masih di bawah, nanti akan diserahkan ke pemerintah daerah setelah dibangun, dibangunnya dari Kementerian PKP dulu,” ujarnya.
Nantinya akan tersedia 60 kamar untuk seniman, namun akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu untuk menentukan seniman yang masuk kategori MBR dan dinyatakan sesuai oleh Kementerian PKP.
Baca juga: Kementerian PKP bangun rusun MBR untuk seniman Bali di Denpasar
Baca juga: Kemenkeu bakal perluas pembangunan rusun pegawai di Bali






Komentar (0)