Badai dan Habagat Menerjang Filipina, Delapan Orang Tewas dan 486 Ribu Warga Terdampak

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Sebanyak delapan orang meninggal dunia, satu orang hilang, dan sekitar 486 ribu warga terdampak hujan lebat serta banjir akibat menguatnya angin muson barat daya atau Habagat bersamaan dengan siklon tropis Luis dan Maymay di sejumlah wilayah Filipina.

Dewan Penanganan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina atau NDRRMC melaporkan jumlah korban tewas tersebut masih dalam proses validasi hingga Minggu (9/8/2026).

Dua korban dilaporkan meninggal di Rizal akibat longsoran batu, dua orang di Batangas akibat tenggelam dan tersetrum listrik, dua orang di Benguet karena tanah longsor, serta dua orang di La Union akibat tenggelam dan tersetrum listrik.

NDRRMC mencatat sedikitnya 124 ribu keluarga atau sekitar 486 ribu orang terdampak bencana akibat hujan lebat dan banjir hingga Minggu pukul 18.00 waktu setempat.

NDRRMC melaporkan tujuh orang terluka di Benguet akibat tanah longsor dan kecelakaan kendaraan, sementara satu orang di Batangas masih dinyatakan hilang.

Warga terdampak tersebar di Wilayah I Ilocos, Wilayah II Cagayan, Wilayah III Luzon Tengah, Calabarzon, Mimaropa, Bicol, Wilayah VI Visayas Barat, Wilayah IX Semenanjung Zamboanga, dan Daerah Cordillera atau CAR.

Banjir dilaporkan terjadi di Wilayah I, Wilayah III, Mimaropa, CAR, dan Calabarzon, sedangkan tanah longsor terjadi di Wilayah I, CAR, dan Calabarzon.

Sebanyak 119 pusat evakuasi masih beroperasi dan menampung sekitar 2.500 keluarga atau 8.300 orang hingga Minggu pukul 18.00 waktu setempat.

Sebanyak 170 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan rincian 13 rumah rusak total dan 157 rumah rusak sebagian.

Kerusakan infrastruktur diperkirakan mencapai 105,5 juta peso atau sekitar Rp30,95 miliar, sedangkan kerugian sektor pertanian tercatat sekitar 3,5 juta peso atau Rp1,02 miliar.

NDRRMC menyatakan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sejumlah mitra telah menyalurkan bantuan senilai 13,93 juta peso atau sekitar Rp4,08 miliar kepada keluarga terdampak.

Presiden Filipina Ferdinand R Marcos Jr juga telah mengarahkan lembaga pemerintah meningkatkan kewaspadaan menyusul hujan lebat dan banjir yang melanda Metro Manila serta sejumlah wilayah di Luzon.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bagaimana Indonesia Memilih Mesin Pertumbuhan Ekonomi Berikutnya?
• 3 jam lalu
0
thumb
Paskibraka Nasional 2026 Dapat Uang Berapa? Simak Besaran Apresiasi dan Fasilitas
• 7 jam lalu
0
thumb
Kronologi TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Narkoba di Kepri dalam Joint Operation
• 20 jam lalu
0
thumb
FULL! Pakar Bicara Gejolak Iran Tekan AS Lewat Selat Hormuz, Perang Bisakah Redah? | KOMPAS PAGI
• 2 jam lalu
0
thumb
Anger Economy dan Terbentuknya Masyarakat Pemarah
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.