Menolak Obral Panen: Bagaimana Logistik Rantai Dingin Selamatkan Nasib Petani

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pernahkah kamu membayangkan berapa banyak buah dan sayur segar yang telah ditanam petani Indonesia, ternyata terbuang sia-sia sebelum sempat sampai ke piring makan kita? Di banyak negara berkembang termasuk Indonesia, ada fakta yang lumayan mengejutkan: 20% hingga 50% hasil panen rusak dan terbuang begitu saja.

Fenomena ini disebut kerugian pascapanen. Sangat ironis, mengingat di saat yang sama harga bahan pokok sering melonjak dan kegelisahan ekonomi masyarakat terus membayangi ternyata banyak sayur dan buah yang hancur selama logistik transportasi.

Sebuah riset terbaru yang dipublikasikan di jurnal Next Energy (2026) mengungkapkan bahwa kunci mengatasi pemborosan pangan ini bukan cuma soal menanam lebih banyak, melainkan membangun Logistik Rantai Dingin (Cold Chain Logistics).

Kenapa Hasil Panen Cepat Membusuk?

Banyak yang mengira buah atau sayur langsung mati begitu dipetik, padahal tidak begitu. Mereka tetap bernapas, mengeluarkan uap air, dan melepas gas yang bikin mereka cepat matang lalu membusuk.

Ada dua musuh utama kesegaran hasil panen:

Solusi Rantai Dingin: Dari Ladang Sampai ke Meja Makan

Logistik rantai dingin bukan sekadar menaruh kulkas di pasar, melainkan sistem pendingin yang tak terputus dari sawah sampai ke tangan konsumen. Sistem ini punya 4 pilar utama:

Mengangkat Derajat dan Dompet Petani

Tanpa fasilitas pendingin, petani sering kali panik dan terpaksa melakukan obral panen, yaitu menjual hasil tani dengan harga sangat murah karena takut keburu busuk dalam hitungan jam.

Dengan adanya cold storage, petani punya posisi tawar yang lebih kuat. Mereka bisa:

Di Tiongkok, rantai dingin sudah masif dilaksanakan di berbagai daerah dan berhasil menekan angka kerusakan buah dan sayur sebanyak 13%

Tantangan Rantai Dingin di Indonesia

Meskipun manfaatnya besar, menerapkan teknologi ini tidaklah mudah:

Oleh karena itu, pemerintah dan pihak swasta perlu turun tangan melalui subsidi, pelatihan teknis, serta bantuan fasilitas pendingin bagi kelompok petani.

Logistik rantai dingin bukan lagi sekadar teknologi mewah, melainkan kebutuhan pokok bagi konsumen maupun petani. Dengan menjaga kesegaran pangan dari ladang hingga meja makan, kita tidak hanya menyelamatkan makanan dari pembusukan, tetapi juga menyejahterakan petani dan menjaga ketahanan pangan masa depan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Masjid Istiqlal Kelola Dana Wakaf di Pasar Modal, OJK akan Siapkan Aturan Khusus
• 7 jam lalu
0
thumb
Dedi Mulyadi Kejar Ketertinggalan, Elektabilitas Hampir Samai Prabowo
• 16 jam lalu
0
thumb
Dituntut Adegan Mesra Bareng Ersya Aurelia, Ananta Rispo Ngaku Grogi hingga Takut Bablas
• 9 jam lalu
0
thumb
Pengacara Gus Yaqut Sebut Kuota Haji Tambahan 20 Ribu Perintah Langsung Jokowi
• 4 jam lalu
0
thumb
Israel Gusur Warga Palestina Lewat Rencana Pengembangan Situs Arkeologi
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.