Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan keberhasilan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu penentu karier Pangdam dan Kapolda di wilayah masing-masing.
Djamari mengatakan Pangdam dan Kapolda akan menghadapi konsekuensi jabatan jika tidak mampu mengendalikan karhutla, terutama dalam menekan jumlah titik api.
Advertisement
"Masih berlaku. Pada saat saya berkeliling ke daerah, saya tekankan itu. Keberhasilan Anda menangani Karhutla adalah bagaimana karier Anda ke depan," kata Djamari kepada wartawan di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).
Menurut Djamari, keberhasilan penanganan karhutla diukur dari kemampuan aparat mengendalikan titik api. Jika tidak berhasil, terdapat konsekuensi yang harus dihadapi.
"Bukan hanya ada, kalau titik api kan bisa titik api banyak, sekarang pun titik api ada. Artinya dalam upaya mengendalikan itu, diukur berhasil atau tidak berhasil. Kalau tidak berhasil, ya punya konsekuensi begitu. Tetap itu berlaku sampai sekarang," jelasnya.





Komentar (0)