Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 akan menjadi salah satu fenomena astronomi yang menarik perhatian pada tahun ini. Fenomena tersebut berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026 dan dapat diamati secara langsung dari sejumlah wilayah di belahan Bumi utara, termasuk Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Spanyol, serta sebagian kecil Portugal.
Namun, fenomena tersebut tidak dapat disaksikan secara langsung dari Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah Indonesia tidak termasuk daerah yang dapat mengamati gerhana tersebut, baik dalam fase total maupun sebagian. Penyebabnya, saat gerhana berlangsung, Indonesia berada di sisi malam Bumi sehingga Matahari berada di bawah horizon.
Masyarakat di Indonesia tetap dapat mengikuti fenomena tersebut melalui link streaming Gerhana Matahari Total yang disediakan oleh NASA. Tayangan dapat diakses menggunakan ponsel, sehingga pengamatan tidak mengharuskan berada di wilayah yang dilintasi jalur totalitas.
Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Pada gerhana total, posisi ketiga benda langit tersebut memungkinkan Bulan menutupi seluruh piringan Matahari bagi pengamat yang berada di jalur bayangan inti Bulan atau umbra.
Berdasarkan data yang dikutip dari NASA dan In-The-Sky.org, rangkaian gerhana pada 12 Agustus 2026 dimulai sekitar pukul 15.35 UTC, mencapai puncak sekitar pukul 17.47 UTC, kemudian berakhir sekitar pukul 19.59 UTC. Jika dikonversikan ke Waktu Indonesia Barat (WIB), puncak gerhana berada sekitar pukul 00.47 WIB pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Perlu diperhatikan bahwa waktu tersebut merupakan waktu fenomena secara global, bukan waktu ketika gerhana dapat diamati dari Indonesia. Saat puncak tersebut berlangsung, Indonesia berada di sisi malam Bumi sehingga Matahari tidak terlihat dari wilayah Indonesia.
Sementara itu, NASA menetapkan waktu dimulainya siaran pada pukul 13.15 waktu Eastern Daylight Time (EDT) pada Rabu, 12 Agustus 2026. Waktu tersebut setara dengan sekitar pukul 00.15 WIB pada Kamis, 13 Agustus 2026. NASA juga menjadwalkan fase totalitas dimulai di Islandia sekitar pukul 13.45 EDT dan di Spanyol sekitar pukul 14.28 EDT.
Karena Indonesia tidak berada di wilayah yang dapat mengamati gerhana, siaran langsung menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengikuti fenomena tersebut. NASA secara resmi mengumumkan akan menayangkan gerhana melalui laman NASA Live dan sejumlah platform digital.
Siaran NASA dimulai pada pukul 13.15 EDT, Rabu, 12 Agustus 2026. Jika dikonversikan ke WIB, tayangan tersebut dimulai sekitar pukul 00.15 WIB pada Kamis, 13 Agustus 2026. Tayangan akan menampilkan pemandangan gerhana dari berbagai lokasi di sepanjang jalur fenomena serta wawancara dengan sejumlah pakar.
Link resmi NASA Live:
https://www.nasa.gov/live/
Menonton melalui ponsel tidak membutuhkan perangkat astronomi khusus. Agar tayangan berjalan dengan baik, beberapa persiapan dapat dilakukan sebelum siaran dimulai:
Pastikan koneksi internet stabil agar tayangan tidak sering terhenti.
Buka laman resmi NASA Live sebelum waktu siaran dimulai.
Pastikan daya baterai ponsel mencukupi karena tayangan berlangsung cukup lama.
Gunakan jaringan Wi-Fi apabila tersedia untuk menghemat kuota internet.
Sesuaikan kualitas video dengan kondisi jaringan agar tayangan tetap lancar.
Jalur totalitas gerhana tidak mencakup seluruh wilayah yang mengalami siang hari. Fase ketika seluruh piringan Matahari tertutup Bulan hanya dapat diamati dari jalur tertentu yang dilintasi bayangan inti Bulan.
NASA mencatat jalur gerhana total pada 12 Agustus 2026 membentang melalui sejumlah wilayah di belahan Bumi utara. Jalurnya mencakup kawasan Arktik, Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, Spanyol, sebagian kecil Portugal, hingga Rusia bagian utara.
Beberapa wilayah yang berada dalam jalur totalitas tersebut meliputi:
Greenland, yang menjadi salah satu wilayah awal yang dilintasi jalur gerhana total.
Islandia, yang menjadi salah satu lokasi pengamatan utama NASA.
Spanyol, termasuk sejumlah wilayah yang berada dalam jalur totalitas.
Sebagian kecil Portugal, yang turut dilintasi jalur total.
Rusia bagian utara, yang menjadi bagian lain dari lintasan gerhana total.
Di luar jalur totalitas, beberapa wilayah di belahan Bumi utara tetap dapat mengalami gerhana Matahari sebagian. NASA menyebut sebagian wilayah Amerika Serikat, termasuk Alaska hingga Carolina Utara, sebagian besar Kanada, sebagian besar Eropa, dan Afrika barat laut dapat mengalami fase gerhana sebagian.
Indonesia tidak termasuk dalam kedua kategori tersebut. Artinya, tidak ada wilayah Indonesia yang dapat melihat gerhana ini secara langsung dari permukaan Bumi.





Komentar (0)