10 Provinsi di Indonesia Dikepung Karhutla, Pembakaran Sampah hingga Suhu Panas Musim Kemarau Jadi Penyebabnya

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengepung belasan kabupaten/kota di sepuluh provinsi Indonesia sepanjang pekan pertama Agustus 2026, sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, wilayah terdampak membentang dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Baca Juga :
Puan Dorong Operasi Pemadaman Karhutla Bromo Diperkuat: Cegah Perluasan Kerusakan!
Menko Polkam Ungkap Enam Provinsi Rawan Karhutla: Jambi hingga Kalimantan Selatan

Adapun aktivitas kelalaian manusia seperti pembakaran sampah, pembersihan lahan dengan cara membakar, hingga suhu panas musim kemarau di laporkan mendominasi pemicu munculnya titik api di berbagai daerah itu.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi di Pulau Jawa, kebakaran terparah terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, dengan total luas lahan hangus mencapai 520 hektare hingga Minggu malam, 9 Agustus yang berujung pada penutupan total seluruh pintu masuk wisata hingga waktu yang belum ditentukan.

Pemadaman karhutla di Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi
Photo :
  • Istimewa

Sementara di luar Jawa, peristiwa karhutla berdampak signifikan melanda Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah seluas 72,4 hektare, Halmahera Timur di Maluku Utara seluas 23 hektare, serta Tana Toraja di Sulawesi Selatan seluas 15 hektare.

Peristiwa karhutla skala kecil seluas 1 hektare hingga sedang puluhan hektare juga terdeteksi dan berhasil dipadamkan petugas gabungan di Aceh Besar (Aceh), Belitung Timur (Babel), Subang (Jabar), Jepara dan Banyumas (Jateng), Jember (Jatim), Tojo Una-Una (Sulteng), serta Kota Sorong (Papua Barat Daya).

Menurut Abdul, tim petugas gabungan di seluruh daerah terdampak dimaksimalkan untuk menangani dan memitigasi sebaran api kebakaran, dengan turut menyiagakan peralatan penyiramam darat, truk tanksi air, membuat sekat bakar, hingga penyiraman udara menggunakan helikopter waterboombing.

Guna mencegah eskalasi bencana hidrometeorologi kering tersebut, BNPB mengimbau keras masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak melakukan pembakaran sampah di area terbuka.

Masyarakat juga diminta hemat menggunakan air bersih serta menyiapkan penampungan cadangan air selama periode musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Agustus - September ini. (Ant)

Baca Juga :
BNPB Kasih Kabar Terbaru soal Kebakaran Hutan di Gunung Bromo
Menko Polkam: 107 Ribu Hektare Lahan Hutan Terbakar Imbas El Nino
Karhutla di Gunung Bromo Meluas, Mensesneg Bilang Begini

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Koleksi Apparel Skena Otomotif, Cocok untuk Lintas Generasi
• 42 menit lalu
0
thumb
Wamenkeu Juda Agung Nilai Peluncuran ETF Emas Bakal Dorong Pendalaman di Pasar Modal
• 7 jam lalu
0
thumb
Dulu Ngaku Bakal Siapkan Rp50 Juta untuk Lahiran, Kini Vicky Prasetyo Dilaporkan Fangfang, Disebut Terlantarkan Anak
• 4 jam lalu
0
thumb
Fakta Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Ancaman Teror, Ada Skenario Dibunuh hingga Dibom
• 12 jam lalu
0
thumb
Menimbang Bahaya dan Efisiensi Wacana Pilkada Tanpa Wakil
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.