HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Fakta di balik perhelatan Piala Dunia 2026 mencengangkan. Lionel Messi menghadapi ancaman serius di luar lapangan selama event akbar tersebut.
Laporan kepolisian Amerika Serikat mengungkap sejumlah ancaman yang secara khusus menyasar kapten timnas Argentina tersebut.
Messi disebut menjadi pemain yang paling banyak mendapat ancaman sepanjang turnamen, berdasarkan dokumen keamanan yang dikutip sejumlah media.
Ancaman tersebut bahkan mencakup rencana serangan bersenjata dan bom terhadap Messi serta pihak lain di stadion.
Salah satu insiden terjadi menjelang pertandingan Argentina menghadapi Yordania pada fase gugur Piala Dunia 2026.
Seorang pria dilaporkan menghubungi Bandara Dallas dan mengaku akan menuju stadion bersama dua orang lainnya.
Menurut laporan Sportbible Senin (10/8/2026) yang dikutip dari dokumen kepolisian Amerika Serikat, pria tersebut mengklaim membawa senjata api jenis AR-15 serta bom rakitan.
Lionel Messi disebut secara spesifik sebagai salah satu target dalam ancaman tersebut. Polisi juga menerima informasi mengenai kemungkinan serangan terhadap aparat keamanan dan pemain dari kedua tim.
Situasi itu membuat aparat meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan prosedur pengamanan untuk memastikan keselamatan pemain serta penonton.
Insiden tersebut menjadi bagian dari serangkaian ancaman yang ditangani aparat selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Ancaman terhadap Messi kembali muncul ketika Argentina menjalani pertandingan melawan Mesir di fase gugur.
Dalam kasus tersebut, sebuah ancaman di media sosial menyebut adanya rencana untuk menyerang Messi menggunakan bahan peledak.
Pada pertandingan yang sama, polisi juga menerima laporan dari seorang pria yang mengaku telah menempatkan tiga bom di sejumlah tempat sampah di area tribun stadion.
Aparat kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh dengan melibatkan petugas serta anjing pelacak bahan peledak.
Setelah dilakukan penyisiran, ancaman bom tersebut dinyatakan sebagai laporan palsu.
Di tengah situasi keamanan tersebut, Messi tetap menjalankan tugasnya bersama Argentina sepanjang turnamen.
Pada fase gugur, Argentina berhasil mengalahkan Yordania dengan skor 3-1. Messi turut mencetak gol setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Argentina kemudian menghadapi Mesir dan meraih kemenangan dramatis 3-2. Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan Argentina pada menit-menit akhir.
Hasil tersebut membawa Argentina melangkah hingga partai final Piala Dunia 2026.
Namun, perjuangan La Albiceleste untuk mempertahankan gelar juara dunia akhirnya berakhir setelah mereka kalah 0-1 dari Spanyol melalui pertandingan yang berlangsung hingga babak tambahan waktu.
Kekalahan itu membuat Argentina gagal mempertahankan trofi yang mereka raih pada Piala Dunia 2022.
Banyak Gangguan
Kasus yang melibatkan Messi bukan satu-satunya persoalan keamanan yang muncul selama Piala Dunia 2026.
Laporan kepolisian juga mencatat adanya ancaman serta gangguan terhadap sejumlah pemain, wasit, dan tim nasional selama turnamen.
Cristiano Ronaldo, misalnya, turut mendapat perhatian aparat setelah muncul laporan mengenai individu mencurigakan yang berusaha memperoleh informasi terkait tempat tinggalnya.
Sementara itu, wasit Prancis François Letexier dilaporkan menerima lebih dari 6.000 pesan bernada ancaman setelah pertandingan Argentina melawan Mesir.
Asisten wasit video (VAR) Willy Delajod juga menjadi sasaran pesan bernada intimidasi setelah pertandingan tersebut.
Rangkaian insiden itu menunjukkan bahwa pengamanan pemain dan perangkat pertandingan menjadi salah satu tantangan besar dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026. (*)






Komentar (0)