HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa anggota Pramuka adalah cikal bakal generasi Indonesia Emas 2045 yang mandiri dan berkarakter kuat. Hal ini disampaikan saat ia bertindak sebagai Pembina Upacara dalam Peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Lapangan Bakunge, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Minggu (9/8/2026).
Dalam amanatnya, Andi Sudirman menekankan pentingnya integritas sebagai bagian tak terpisahkan dari karakter setiap anggota Pramuka. Ia menegaskan bahwa membangun kepercayaan adalah fondasi utama dalam kehidupan dan organisasi.
“Sebuah kebohongan akan melahirkan kebohongan berikutnya. Kita harus menjual kepercayaan. Semua membutuhkan trust. Kalau tidak dipercaya, apa pun yang kita perlihatkan, semua orang abai,” jelasnya dengan tegas.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar para anggota Pramuka tidak mudah menyerah dan selalu kreatif dalam menghadapi tantangan.
“Anak Pramuka tidak mati akal, tidak kehabisan ide, kasih sayang ke sesama dan selalu kompak,” katanya.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 mengusung tema “Bersama Mengabdi, Berkarya, dan Menjaga Alam untuk Indonesia.” Menurut Andi Sudirman, tema ini menjadi panggilan nyata agar Gerakan Pramuka aktif dalam kegiatan sosial, menghasilkan karya positif, dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia harus kita wujudkan secara nyata,” katanya saat mengajak seluruh jajaran Kwarda, Kwarcab, hingga Gugus Depan di Sulawesi Selatan untuk konsisten menggelar gerakan penghijauan, penanaman pohon, pembersihan pantai dan sungai, serta pemilahan sampah di lingkungan masing-masing.
Gubernur Sulsel juga mengapresiasi Gerakan Pramuka yang selama ini menjadi organisasi andalan dalam membentuk karakter dan kemandirian generasi muda.
“Hayati Dasadarma Pramuka. Itu adalah poinnya. Kalau dilaksanakan semua, saya yakin tidak ada yang akan menolak adik-adik sekalian,” katanya menegaskan.
Ia menambahkan bahwa kedisiplinan dan rasa hormat adalah nilai penting yang harus dimiliki oleh anggota Pramuka.
“Kalau dulunya malas lalu masuk Pramuka, tidak boleh malas, harus respek,” pungkasnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, unsur Forkopimda Kabupaten Bone, Kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel, jajaran Pemkab Bone, serta ribuan peserta Pramuka yang turut meriahkan peringatan ini. (*/)






Komentar (0)